Ini Manfaat BBM Oktan Tinggi Bagi Pemudik yang Pakai Kendaraan Pribadi

Posted on

JawaPos.com – Bagi masyarakat Indonesia, ada hal yang tak bisa dilepaskan menjelang hari raya tiba. Apalagi kalau bukan mudik ke kampung halaman. Selain harus siap secara jasmani, ada hal yang perlu diperhatikan ketika hendak mudik menuju kampung halaman terutama yang menggunakan kendaraan pribadi.

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri memberikan tips kepada pemudik dalam memilih bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan. Pertama-tama, Tri menyarankan untuk menggunakan jenis BBM yang lebih menyehatkan mesin. Contohnya, yang memiliki kadar oktan 92 ke atas.

“Agar mesin tetap andal dan awet, sebaiknya gunakan jenis BBM yang lebih menyehatkan bagi mesin. Yakni bbm yang memiliki oktan 92 ke atas, misalnya Pertamax series,” ujar dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/6).

Pemudik motor dengan pesan-pesan unik di belakang kemudinya. (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Sebaliknya, dia menuturkan penggunaan BBM dengan oktan dibawah 90 bisa membuat injektor tersumbat sehingga suplai BBM tidak optimal. Selain itu, banyak muncuk kerak di dalam ruang bakar sebagai imbas pembakaran yang tidak sempurna.

Lebih lanjut, dia menerangkan kerak itulah yang akan meningkatkan kompresi sehingga mesin mengelitik. Jika kondisi tersebut dibiarkan, makin lama tentu bisa merusak mesin. Piston bisa berlubang atau stang piston menjadi bengkok. Akhirnya, lanjut dia, kendaraan pun turun mesin.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan BBM dengan RON lebih tinggi, yang sudah ditambahkan zat pembersih tersebut. “Kalau sudah turun mesin tentu biayanya sangat mahal. Untuk Avanza misalnya, kalau piston yang terkena maka ongkos perbaikannya bisa mencapai Rp 6-7 juta,” ujar Tri.

Tri menambahkan sebetulnya penggunaan jenis BBM RON 92 tidak hanya wajib bagi kendaraan keluaran terbaru. Dia bilang kendaraan yang diproduksi sebelum 2003 pun sebaiknya juga mempergunakan BBM dengan oktan tinggi, setidaknya RON 90 atau setara Pertalite. Bahkan, jika dilakukan pengaturan waktu pengapian (timing igniton), maka penggunaan BBM RON 92 ke atas pada kendaraan ‘tua’ tersebut juga akan lebih baik.

(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar