Ini Motif Pengrusakan Tiga Rumah Warga Taipakalongkong Jeneponto

Posted on

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU – Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto, memastikan kondisi di kampung Taipakalongkong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, telah kondusif pascapenrusakan tiga rumah warga oleh sekolompok massa.

Hal itu diungkapkan AKBP Hery Susanto kepada TribunJeneponto.com, usai meninjau lokasi kejadian, Sabtu (02/06/2018) siang tadi .

“Sudah kondusif, kita tadi kumpulkan warga dan tokoh masyarakat setempat agar tidak melakukan aksi serangan balasan dan menyerahkan penangangan sepenuhnya kasus ini ke kepolisian,” kata Hery.

Lalu apa motif penyerangan tiga rumah warga itu?

Menurut Hery, penyerangan oleh kelompok massa tewasnya Benny, pemuda kampung Paranglambere yang meninggal dunia atas dugaan penganiayaan yang dilakukan kelompok remaja dari kampung Taipakalongkong, Minggu (31/04/2017) sebulan lalu.

Baca: Tawuran Antar Kelompok Pemuda Pecah di Sulurang Jeneponto, Satu Tewas

“Buntut dari perkelahian yang mengakibatkan meninggal (Benny), kan sempat kita amankan empat orang, tapi ada dua orang yang benar-benar terlibat sementara yang lainnya yang tiga itu tidak terlibat jadi kita lepaskan,” kata Hery.

Empat orang yang diamankan pihak Polres Jeneponto sehari setelah kejadian perkelahian itu, masing-masing, Umar (17), Randi (16), Sultan (16) dan Ardi (18).

Baca: Polisi Bekuk Pelaku Penikaman yang Menewaskan Warga Sulurang Jeneponto

Tiga dari empat yang diamankan kala itu, dibebaskan pihak Kepolisian Resort Jeneponto lantaran dianggap tidak terlibat atas kematian Benny pemuda Paranglambere.

“Tiga orang yang tidak terlibat kita lepaskan, walaupun kita pesan juga sebenarnya jangan pulang dulu. Tapi mereka ada salah satu yang pulang dengan sombong naik motor kenalpot bogar gas-gas akiharnya lingkungan yang meninggal (Benny) merasa jengkel,” jelasnya.

Menurut Hery terdapat dua pelaku utama dari persitiwa kematian Benny.

“Ada dua yang terlibat pembunuhan itu, satu sudah kita amankan satu masih dalam pengejaran,” tutur Hery.

Ia pun menghimbau agar keluarga korban meninggal mempercayakan penangan kasus itu ke pihak kepolisian.

Penrusakan tiga rumah warga milik Kaisang Dg Sialle (45), Lassa (70) dan Juma’ Daeng Mengnge (50) diduga dilakukan oleh kelompok massa yang berjumlah 300an orang dari kubu Benny korban meninggal dunia warga Paranglambere.

Anak dari ketiga pemilik rumah itu merupakan terduga pelaku penganiayaan yang dibebaskan polisi. (*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar