Ironis, Dikelilingi Laut Kepri Malah Jadi Penyumbang Inflasi

Posted on

JawaPos.com – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai salah satu provinsi kelauatan, sejatinya memiliki keunggulan tersendiri pada sektor yang berkaitan dengan kelautan, yaitu perikanan, budidaya produk-produk bahari, termasuk sektor pariwisata berbasis kelautan.

Meskipun demikian, hal sebaliknya justru terjadi di Kepri. Sektor perikanan selalu menjadi penyumbang inflasi di Kepri setiap tahunnya. Dalam kondisi tertentu harga produk perikanan di pasaran tidak bisa dikendalikan oleh pemerintah.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Gusti Raiza Eka Putra menjelaskan kondisi ini karena Kepri belum memiliki dukungan infrastruktur yang memadai untuk menjaga stok ikan di pasaran.

Kekayaan laut Kepri yang melimpah, namun tidak sepanjang tahun kondisi perairan bersahabat dengan nelayan, membutuhkan inovasi dan dukungan dari pemerintah untuk menghadirkan fasilitas gudang ikan untuk menampung tangkapan nelayan.

Untuk diketahui, pembagian musim angin di Kepri terbagi atas empat musim, yang sesuai dengan empat arah mata angin. Angin timur dan Selatan memiliki ciri kondusif, keadaan laut tenang dan sangat bersahabat dengan aktivitas kelautan.

Sementara musim barat, identik dengan hujan angin yang cukup mengganggu aktivitas nelayan menangkap hasil laut. Namun demikian kondisi ini tidak setiap hari terjadi, dalam kondisi tertentu masih kondusif untuk melaut.

Sedangkan yang terakhir adalah musim utara, pada musim ini sebagian besar aktivitas nelayan tidak berjalan, karena kondisi perairan pada musim ini sangat tidak bersahabat.

Angin kencang, ombak besar, hujan disertai angin, menjadi ciri utama dari musim utara. Pada musim inilah terjadi perubahan harga produk kelautan karena jumlahnya yang tidak seimbang dengan permintaan di pasaran.

“Kita tidak memiliki infrastruktur, kita belum memiliki gudang memadai di Natuna. Ironis kalau kita yang dikelilingi laut, tapi ikan menyumbang inflasi. Tidak masuk akal,” kata Gusti pada Sabtu (30/6).

Gusti menambahkan, Pemerintah Provinsi Kepri perlu mempertimbangkan untuk segera menghadirkan fasilitas gudang untuk menampung tangkapan nelayan, dengan tersedianya gudang penyimpanan di Kepri, maka stok ikan yang didapat dalam tiga musim lain, bisa memenuhi kebutuhan ikan pada musim Utara.

Dengan demikian, keseimbangan antara stok barang dengan permintaan tetap bisa terjaga, ini tentu berimbas pada terjaganya stabilitas harga. “Saat arus utara, ikan minim. Kalau dimasukkan pendingin, bisa. Jadi kalau musim paceklik, ini bisa dikeluarkan menutupi kekurangan ikan,” kata Gusti.

(bbi/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar