Isi Ramadan, Sipir dan Tahanan Belajar Ngaji di Rutan Gunung Sari

Posted on

Sipir dan Tahanan Belajar Ngaji Bareng di Rutan Gunung Sari Makassar

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Bulan Ramadan merupakan momen yang biasanya dimanfaatkan umat muslim untuk berkumpul bersama keluarga.

Pada bulan ini, umat Islam akan berpuasa selama 30 hari penuh. Lalu, bagaimana Ramadhan bagi mereka yang menghuni di rumah tahanan (Rutan), seperti di Rutan Gunung Sari Kelas 1 Makassar.

Kepala Subsi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Rutan Gunung Sari Makassar Dedy Sutriadi Rijal mengatakan, selama bulan ramadan aktif meningkatkan kegiatan kerohanian warga binaannya.

“Selama ramadan kita rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pembacaan tadarus Alquran,” kata Dedy kepada Tribun.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca BMKG, Hujan Guyur Luwu Besok

Tadarus dilaksanakan di Masjid mulai pagi hingga siang. Setiap hari, para tahanan diwajibkan membaca satu juz Alquran.

Lalu pada sore hari mereka buka bersama. Sementara malam hari narapidana itu secara rutin belajar membaca Al Quran bersama-sama sama. “Untuk malam hari mereka belajar tahsin Alquran,” ujarnyam

Khusus untuk belajar ilmu tahsin ini, petugas lapas tidak mendatangkan ustaz atau guru mengaji dari luar. Sebab beberapa narapidana cukup pandai membaca Al Quran.

Tak hanya itu, pada Ramadan ini khusus untuk tahanan perempuan mendapat kegiatan tambahan, berupa belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris.

“Kegiatan ini karena kebetulan ada mahasiswa dari Unismuh dan Al Ahzar yang KKN di sini,” ujarnya.

Baca Juga :  KNPI Sulsel Dialog Kepemudaan di Rujab Yusran Sofyan

Dedy mengaku sengaja menambahkan kegiatan keagamaan agar mereka dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Tujuanya tentu meningkatkan ket akwaan mereka. Sehingga pada saat mereka keluar tidak lagi mengulangi perbuatanya.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar