ITCW Minta Kasus Proyek Pasar Bungi Disulap jadi RS Pratama Diusut

Posted on

PINRANG – Kasus tumpang tindih dua proyek besar di satu lokasi yang sama di Kabupaten Pinrang menuai sorotan tajam dari Indonesia Timur Coruption Watch (ITCW). Pasalnya, hal itu dianggap sangat tidak masuk akal dan diduga sarat permainan yang berindikasi korupsi atau terjadinya kerugian negara.

“Bayangkan saja, di lokasi itu awalnya dibanguni gedung pasar menggunakan anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari Kementerian Perdagangan. Ternyata, belum dioperasikan, bangunan pasar itu lalu dibongkar dan di lokasinya dibangun Rumah Sakit,” ungkap Koordinator ITCW Kabupatem Pinrang, Jasmir Lainting kepada lintasterkini.com, Kamis (28/6/2018).

Jasmir menyebutkan, lokasi yang dimaksud itu berada di Bungi Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Saat ini, lokasi eks berdirinya bangunan pasar itu telah disulap menjadi gedung Rumah Sakit Pratama Bungi.

“Makanya, ITCW dengan tegas meminta agar kasus ini diusut sampai tuntas oleh aparat penegak hukum, baik pihak Polres maupun Kejaksaan Pinrang. Karena yang digunakan membangun pasar itu adalah uang rakyat, jadi jangan dihamburkan begitu saja,” tegasnya.

Jasmir menambahkan, beginilah faktanya, jika pembangunan tidak didasari perencanaan pemanfaatan yang matang. Buktinya, dibalik sejumlah penghargaan administrasi yang telah diraih, fakta proyek mubasir atau gagal pemanfaatan juga dipertontonkan Pemkab Pinrang.

“Parahnya, masalah proyek mubassir ini dianggap biasa saja oleh Pemkab Pinrang. Harusnya, mereka memiliki hati nurani dan merasa bersalah sehingga tidak mengulanginya lagi. Bayangkan, jika anggara proyek mubasir miliaran rupiah itu digunakan untuk mengentaskan kemiskinan,” tandasnya.

Terpisah, salah seorang sumber lintasterkini.com di Kejaksaan Negeri Pinrang mengaku, jika masalah proyek tumpang tindih lokasi itu juga sudah dimonitor oleh pihaknya.

“Sekarang, kasus itu sudah dalam lidik. Tentunya, jika ditemukan adanya indikasi korupsi atau pelanggaran hukum lainnya, pasti kita tindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya. (*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar