Janda Anak Satu Disekap Delapan Bulan dan Dianiaya Pacarnya

Posted on

MAKASSAR – Ali Akbar (25) terpaksa berurusan dengan aparat Polsek Mamajang, Kota Makassar, Sabtu (2/6/2018) dini hari, sekira pukul 00.30 Wita. Pasalnya, lelaki itu diduga menganiaya kekasihnya, Dewi (23).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, dugaan pemukulan ini dilakukan oleh Ali Akbar terhadap sang kekasih hatinya merupakan ketiga kalinya. Namun kasus ini baru terungkap, saat Dewi melaporkan ke pihak berwajib lantaran dirinya sudah tidak tahan dianiaya oleh lelaki itu, padahal hubungan mereka sudah putus komunikasi dalam 8 (delapan) bulan belakangan ini.

Korban bernama Dewi yang ditemui di Polsek Mamajang saat melaporkan kejadian tersebut mengatakan, sudah lama dirinya kerap mendapat perlakuan penganiayaan dari kekasihnya itu. Namun selama ini, ia mencoba bertahan, meskipun batin dan fisiknya disakiti.

Korban menceritakan, sebelum ia melaporkan ke Mapolsek Mamajang, terlebih dahulu pelaku, Ali Akbar sempat menganiayanya. Ia mengaku diseret di Pasar Segar. Sebelumnya juga korban diseret di rumah kos Ali di Jalan Cenderawasih.

Janda anak satu ini juga mengakui mengungkapkan bahwa dirinya yang menjadi korban pemukulan lelaki yang pernah dekat dengannya itu sudah ketiga kalinya terjadi. Pemukulan sebelumnya terjadi di sekitar bandara dan ditangani pihak Polsek Bandara Sultan Hasanuddin.

“Waktu itu, dia (Ali) dibuatkan surat pernyataan untuk tidak lagi mengganggu saya,” ucap Dewi tertunduk, sambil terlihat sesekali ia menyeka air matanya.

Dewi pun bercerita, jika ia mengenal pelaku di sebuah tempat fitness. Hubungan perkenalan itu pun terus berlanjut hingga keduanya sepakat untuk saling berbagi kasih dan cinta dalam sebuah rajutan asmara.

Sementara menurut keterangan Jefri yang merupakan Om dari korban mengatakan, sudah delapan bulan akses komunikasi pihak keluarganya dengan Dewi ditutup oleh lelaki bernama Ali tersebut. Hal itu pun diketahui dari bapak korban yang menyampaikan kepada dirinya.

“Saya juga baru tahu sepekan ini, setelah bapaknya kasi tahu kalau akses dengan Dewi itu diputus oleh pelaku sejak delapan bulan terakhir ini,” Ungkapnya Jefri.

Sedangkan, Sinar (24) yang merupakan teman korban sekaligus saksi yang melihat langsung saat korban diseret di Pasar Segar mengatakan, memang sejak delapan bulan korban disekap di dalam kamar kos Ali yang berada di Jalan Cenderawasih, tepatnya disamping Grand Cenderawasih. Korban kata saksi ini, baru bisa meloloskan diri dari sekapan pelaku dengan cara melarikan diri dsejak tiga minggu lalu.

“Sudah delapan bulanmi Pak, dia (dewi) itu disekap di dalam kamar kos oleh Alif. Dan tiga minggu lalu Dewi berhasil kabur dari kos itu karena putusmi dan tadi malam didapatki di Pasar Segar, pelaku langsung seret Dewi,” papar saksi Sinar di depan petugas piket yang menerima laporan korban di Mapolsek Mamajang.

Kapolsek Mamajang, Kompol Daryanto yang ditemui mengatakan, awal kejadian di Pasar Segar dan di Jalan Cenderawasih. Untuk di Tempat Kejadian Perkara (Tkp) saksi yang melaporkan ke Polsek Panakukang. Dan di Polsek Mamajang korban sendiri yang melapor langsung.

“Untuk saat ini kami masih melakukan pemeriksaan kedua belah pihak, baik dari korban menunggu hasil visum dan untuk Alif sementara diamankan di Mapolsek Mamajang,” terang Kompol Daryanto. (*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar