JawaPos.com | Selalu Ada yang Baru

Posted on

JawaPos.com – Sistem Online Single Submission (OSS) yang dibangun pemerintah sebagai solusi permasalahan regulasi di daerah ditunda. Rencananya, sistem tersebut akan diluncurkan pada Minggu (20/5) lalu. Namun, karena terlalu ambisius program itu pun batal diluncurkan hingga waktu yang belum ditentukan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong usai melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Senin (21/5).

“(Rapat) Online Single Submission. Masih dalam proses,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, ada banyak kendala yang membuat sistem tersebut mundur. Program tersebut harus diimplementasikan secara bertahap. Menurutnya, pemerintah harus bisa memilih sektor yang lebih prioritas diimplementasikan untuk mengatasi masalah regulasi di daearah.

“Ini kan rencananya luas sekali, ambisius sekali, membentuk satgas nasional, sekjen kementeran atau lembaga kemudian sekda seluruh pemda Indonesia, jadi anggota satgas nasional ini ada 600 anggota. Program seambisius ini harus diimplementasikan secara bertahap. Terus program OSS multidimensi, ada aspek percepatan pelayanan perizinan, ada aspek lain lagi yaitu pengkawalan proyek-proyek prioritas, jadi ini kompleks sekali,” jelas dia.

“Jadi sudah jelas bahwa pelaksanaan program ini harus diimplementasi secara bertahap. Mana yang tahap 1,2,3  yang mana daerah yanga ikut di tahap satu, di tahap berikutnya itu yang sudah kita bahas saat ini,” sambungnya.

Kendati demikian, Lembong memastikan jika peluncuran sistem tersebut tidak terlalu jauh waktunya dari jadwal sebelumnya. Mantan Menteri Perdagangan ini juga berharap sistem OSS bisa berkelanjutan dan mampu menyesuaikan dinamika zaman maupun struktur ekonomi. 

“Enggak mungkin serentak (diluncurkan). Kedua harapan kami program OSS ini adalah program berkelanjutan dalam kurun waktu tahun-tahun ke depan bahkan puluhan tahun ke depan untuk berkembang, meluas dan semakin komprehensif. Ini desain daripada sarana OSS ini harus fleksibel sehingga bisa mengakomodasi  perkembangan sektor baru di kemudian baru. Seperti disampaikan pak menko sebelumnya, sebelum akhir bulan ini bisa dimunculkan sebagian,” pungkasnya. 

(hap/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar