JawaPos.com | Selalu Ada yang Baru

Posted on

JawaPos.com – Borneo FC membantah mengejar wasit usai laga melawan PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Sabtu (19/5) malam WIB. Mereka mengklaim kericuhan itu dipicu oleh sesuatu hal di pinggir lapangan.

Kemenangan PSM dinodai kericuhan setelah laga berakhir. Wasit Handri Kristanto didekati para pemain Borneo FC yang tidak puas dengan sejumlah putusan yang dibuatnya.

Menghindari situasi yang membahayakan keselamatan wasit, pihak keamanan langsung menjemput wasit dari tengah lapangan. Begitu pula dengan dua asisten wasit lainnya, Subhan dan Moch Fadhil yang segera dibawa ke dalam ruangan di dalam stadion.

Akan tetapi, perihal mengejar wasit, hal itu dibantah oleh pihak Borneo FC. Sekretaris tim, Hariansyah, mengungkapkan kalau kericuhan terjadi saat adanya perlakuan oknum di pinggir lapangan.

“Seusai pertandingan, pemain kami Marlon da Silva mendapat perlakuan yang tidak layak oleh oknum yang berada di area teknik. Seperti kita ketahui bersama dalam regulasi, area tersebut harus steril dari pihak manapun kecuali yang memiliki ID Card, tapi di sana malah banyak orang,” bilang Hariansyah dikutip laman resmi Borneo FC.

Menurutnya hal itu sudah dilaporkan kepada operator kompetisi. Mereka juga mengajukan surat keberatan terhadap wasit Kristanto dan dua asistennya.

“Iya, kami laporkan juga soal wasit, kami memakai jalur ini, karena ini sudah alurnya. Kalau didiamkan nanti makin tidak bagus sepak bola kita, semoga saja sepak bola kita bisa lebih baik lagi ke depannya,” tandas nya.

(ies/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar