JawaPos.com | Selalu Ada yang Baru

Posted on

JawaPos.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengundang beberapa pelaku pengusaha untuk malakukan sosialisasi peraturan yang baru saja di sahkan pada bulan April lalu. Yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2018 tentang kepemilikan asing di perusahaan perasuransian.

“PP Nomor 14 Tahun 2018 ini ditetapkan pada 18 April, dan dia turunan dari UU perasuransian 2014, dan untuk melakukan sosialisasi ini menjadi mandat buat kami. Tetap, saya ingin sampaikan update ekonomi Indonesia terlebih dahulu,” katanya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).

Menteri Keuangan menyebutkan, realisasi pertumbuhan ekonomi sampai pada kuartal I-2018 sebesar 5,06 persen, tingkat inflasi 3,4 persen, SPN 3 bulan 4,1 persen, dan nilai tukar tahun kalender Rp 13.631.

Selain itu Sri Mulyani menuturkan bahwa dari sisi fiskal APBN mengalami perbaikan yang cukup nyata yakni dengan realisasi defisit hanya mencapai 0,37 persen.

“Presentase tersebut sama saja dengan Rp 55,1 triliun dan ini juga jauh lebih rendah dari tahun lalu. Hal ini menunjukkan jika situasi APBN kita dalam kondisi yang baik dan sehat,” kata dia, di Kementerian Keuangan, Selasa (22/5).

Dengan pencapian itu ia optimis tahun ini dapat mempertahankan defisit sebesar 2 persen, sesuai dengan target UU APBN. Hal tersebut berarti pemerintah terus berusaha memperbaiki manajemen APBN, tidak Hanya kredibel akan tetapi juga aktif dalam mengelola ekonomi.

“Maka untuk mempertahankan hal tersebut, pemerintah akan terus menggenjot investasi dengan mengelola iklim investasi dengan baik. Salah satu yang dijaga adalah terkait dengan kepercayaan investor terhadap ekonomi tanah air,” tutur dia.

 

(ipy/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar