JawaPos.com | Selalu Ada yang Baru

Posted on

JawaPos.com – Kenaikan harga minyak, membuat pemerintah harus berfikir dua untuk menaikkan harga BBM. Sebab kenaikan tersebut cukup tinggi, di mulai dari USD 48 dollar per barel. Menjadi USD 80 per barel.

Menurut Sri Mulyani, apabila dilihat dari sisi APBN pemerintah akan mendapatkan penerimaan tambahan baik dari pajak maupun dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Saat ini penerimaan tambahan ini, sedang kita terus desain untuk dialokasikan dalam rangka mencapai beberapa tujuan, salah satunya yaitu melindungi masyarkaat dari shock yang sangat besar,” ucap Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Selasa (22/5).

Baca Juga :  Sambut Idul Fitri, Bank Mandiri Siapkan Dana Rp 1,9 Triliun Per Hari

Tujuan berikutnya yaitu untuk melindungi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), misalnya PLN dan Pertamina. Sebab sampai saat ini struktur pembiayaan perusahaan tersebut sedang mengalami tekanan.

“Karena impor minyak sudah dengan harga tinggi, sementara harga yang disubsidi tidak mengalami perubahan,” tutur Sri Mulyani.

Sampai saat ini Menteri Keuangan masih melihat kondisi keuangan perusahaan BUMN tersebut. Karena UU APBN yang ada telah menetapkan kenaikan minyak Rp 500 per liter sudah tidak mencukupi lagi.

“Karena itu apakah dalam hal ini akan ada tambahan menjadi Rp 1.000 atau jumlah yang ditetapkan sedang terus dibahas, dan nanti akan kami laporkan ke DPR melalui pelaporan semester pertama,” ungkap Sri Mulyani.

Baca Juga :  Keren! Pemerintah Kaji Usul DPR Soal Subsidi Pertalite atau Pertamax

(ipy/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar