Jelajah Lautan Pasir Bromo, ‘Trabas’ Saja!

Posted on

Kabupaten Malang – Siapa bilang Gunung Bromo hanya bisa dinikmati naik mobil jip saja? Trabas saja kawasan Lautan Pasirnya. Wajib dicoba!

Traveler pecinta petualangan, terutama yang hobi touring naik motor, pasti akan menjadikan Gunung Bromo sebagai destinasi wajib yang harus mereka kunjungi. Bromo menawarkan sensasi petualangan yang tidak bisa didapat di destinasi lainnya.

Setidaknya itulah yang detikTravel rasakan saat diajak touring ke Bromo dengan motor terbaru asal India yaitu Royal Enfield Himalayan, Rabu (25/7/2018) kemarin. Selama seharian, detikTravel diajak menjelajahi Bromo dari jalur yang berbeda yang biasa dinikmati oleh wisatawan.

Perjalanan ditempuh dari hotel kami di Kota Malang. Setelah melewati jalanan aspal, petualangan kami pun dimulai ketika memasuki jalur anti mainstream yang bernama ‘Jalur Hijau’.

Melewati Jalur Hijau (dok. Istimewa)

Jalur Hijau ini bukan jalur biasa yang dilewati mobil jip untuk mengantarkan wisatawan sampai ke Bromo. Jalur hijau ini lebih berupa jalan setapak yang hanya bisa dilalui motor saja. Dengan ditemani Royal Enfield Himalayan, kami menerabas saja jalur ini.

Trek ini dinamakan jalur hijau mungkin karena di sepanjang jalan, hanya pemandangan hijaunya tanaman yang akan kita saksikan. Lumayan sebagai penyejuk di tengah sengatan sinar terik mentari saat itu.

Adrenalin makin terpacu (dok. Istimewa)

Adrenalin makin terpacu setelah memasuki trek berikutnya berupa tanah berbatu dengan kontur yang tidak rata, bergelombang naik dan turun. Di trek ini kami sempat beberapa kali terjatuh bersama motor yang kami tumpangi akibat kondisi jalur yang sulit dilalui.

Meski sempat mengalami kesulitan, tetapi motor Royal Enfield Himalayan yang kami kendarai begitu stabil ‘menghajar’ batu-batu yang berada di sepanjang jalur yang kami lewati. Motor ini juga mudah untuk dikontrol, bahkan bagi peserta touring pemula seperti saya.

Masuk trek berpasir (dok. Istimewa)

Lepas dari trek tanah berbatu, jalur berpasir sudah menyambut kedatangan kami. Kontur tanah berpasir inilah yang khas dari Bromo. Di trek berpasir ini juga skill kita dalam mengendalikan motor benar-benar diuji.

Ketenangan dan keterampilan jadi kunci sukses melewati jalur berpasir ini. Seetelah kurang lebih 4 jam berjibaku, akhirnya rombongan kami sampai juga di Lautan Pasir Bromo.

Akhirnya kami tiba juga di Bromo (dok. Istimewa)

Kelelahan dan rasa frustasi kami menempuh jalur offroad yang lumayan berat terobati dengan menyaksikan keindahan alami Bukit Teletubbies yang sedang menghijau, serta pemandangan Lautan Pasir Berbisik yang amat eksotis.

Bila traveler mau memompa adrenalin hingga maksimal, touring naik motor ke Bromo bisa jadi pilihan. Tinggal cari teman-teman yang punya hobi serupa, tentukan tanggal cantik, lalu berangkatlah. Bromo sudah menunggumu! (wsw/msl)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar