Jika Lanjut 2 Periode, Jokowi Fokus Program Infrastruktur dan Pangan | JawaPos.com

Posted on

JawaPos.com – Pemerintahan kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) hampir berakhir. Selama empat tahun pemerintahannya banyak kebijakan-kebijakan yang dibuat dalam meningkatkan perekonomian dan pembangunan negara.

Pengamat politik dari UIN Jakarta A Bakir Ihsan mengatakan, sejak awal pemerintah telah menyoroti pada pembangunan infrastruktur mulai dari jalan, bendungan, hingga jembatan yang ditujukan untuk penguatan konektivitas dan pemerataan pembangunan.

Menurutnya, pemerintah harus tetap fokus pada penyelesaian agenda yang dijalankan saat ini dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ditengah gempuran perpolitikan, pemerintah harus mempertahankan sikap untuk mengevaluasi secara objektif terhadap kinerjanya selama ini, baik yang berhasil, belum selesai, ataupun gagal. 

“Di antara keberhasilan Jokowi yang signifikan adalah di bidang infrastruktur dan penguatan hak-hak warga atas tanah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (26/7).

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan pembangunan infrastruktur selama 2015-2019 sebesar Rp 4.197 triliun, 42 persen dibiayai dari APBN. Selain itu, hasilnya positif, tren inflasi membaik dan dijaga di bawah 4 persen dan pada 2015 turun signifikan ke 3,4 persen dari 8,4 persen pada 2014 sebagai dampak dari reformasi migas. 

“Penurunan inflasi menyebabkan penurunan tingkat suku bunga ke 5,25 persen pada Juli 2018, turun dari 7,25 persen pada Desember 2014,” imbuhnya.

Bakir membandingkan, posisi pemerintahan saat ini hampir sama dengan posisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode kedua.  Jika pemerintah saat ini dapat berlanjut, perlu meneruskan program penurunan kemiskinan. Angka-angka kemiskinan dari BPS menunjukkan bahwa kemiskinan terbesar ada di daerah pedesaan. 

Jika pada periode pertama Jokowi sudah membangun infrastruktur pertanian, maka pada periode selanjutnya Jokowi seyogyanya fokus pada petaninya itu sendiri. “Model bimbingan penyuluhan dan penggunaan teknologi pertanian dan bibit-bibit unggul musti diperkuat lagi” imbuhnya.

Secara terpisah, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moelyono mengatakan, pemerintah tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur tak semata sebagai bangunan fisik, tapi berkesinambungan dengan pembangunan SDM. 

Terkait dengan pengembangan SDM, menurut Moelyono, HKTI berupaya menjaring para inovator sektor pertanian dan pendukung pertanian. Inovasi dan teknologi merupakan salah satu fokus HKTI dalam memberdayakan petani dan mengembangkan pertanian Indonesia.  

“Meski menerapkan teknologi dan inovasi terbaru, sektor pertanian tetap harus menjaga kearifan lokal sehingga inovasi teknologi dan budaya dapat saling melengkapi,” tandasnya.

HKTI mendorong ekosistem inovasi pertanian yang kondusif dengan memperkuat kerja sama lintas fungsional, lintas-sektoral antarpelaku inovasi dan pemangku kepentingan, meningkatkan peran strategis sektor pertanian Indonesia dalam pembangunan nasional demi menjamin ketahanan dan keamanan pangan. 

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar