Jutaan Rokok ilegal dan Minuman Mengandung Etil Alkohol Dimusnahkan

Posted on

MAKASSAR – Pemusnahan Barang Hasil Penindakan Kanwil Bea Cukai Sulbagsel berupa rokok dan minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) Ilegal, dilaksanakan pada hari Rabu (4/7/2018), sekira pukul 10.00 Wita, di Pelataran Parkiran Gedung Keuangan Negara (GKN) Makassar jalan Jend Urip Sumoharjo Makassar (Fly Over). 

Rokok ilegal sebanyak 1.850.345 batang rokok senilai Rp 1.361.615.250 dan ratusan 

minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 4.752 botol dengan nilai barang sebesar Rp 455.800.000 dimusnahkan pihak Kanwil DJBC Sulbagsel dari hasil penindakan pada akhir tahun 2017. 

Kegiatan pemusnahan rokok dan minuman keras (MMEA) Ilegal tersebut dihadiri Wakil Menteri Keuangan Prof Dr Mardiasmo, MBA., Akt didampingi Kakanwil Bea-Cukai Sulbagsel Untung Basuki, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan Hadiyanto. 

Turut hadir pula beberapa tamu undangan diantaranya Ditkrimsus Kombes Pol Yudhiawan, Perwakilan Kodam XIV Hasanuddin Letkol Amran Wahid, Perwakilan Kejati Sulsel Agustiawan Umar, Perwakilan Danlantamal VI Kolonel Luddy, Perwakilan BNN Akbp Ustim Pangariam, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Muh Hasim, Perwakilan Danpomdam XIV Hasanuddin Letkol Kartamizen, Perwakilan Kejari Makassar Tabrani SH, Perwakilan Ka KPKNI Makassar Kalpika Widin dan Kapolres Pelabuhan Akbp Aris Bachtiar. 

Kakanwil Bea-Cukai Sulbagsel Untung Basuki mengatakan pemusnahan hasil penindakan barang ilegal tersebut didapatkan dipintu masuk pelabuhan dan bandar udara serta barang yang telah beredar di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

“Barang tersebut merupakan hasil penindakan pada akhir tahun 2017 dan awal tahun 2018 oleh Kanwil Bea Cukai Sulbagsel. Dimana dari tahun ke tahun senantiasa melakukan peningkatan pengawasan terhadap peredaran rokok dan minuman keras ilegal di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan sekitarnya Sulawesi Barat. Sampai dengan pertengahan tahun 2018 Kanwil Sulbagsel serta Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai dibawahnya telah melakukan penindakan terhadap roko dan minuman keras (MMEA) Ilegal dengan jumlah barang 23 juta batang rokok yang bernilai 15,4 miliar, 53.800 botol miras dengan nilai 9,2 miliar. Dimana kerugian negara yang diselamatkan sebesar 7 miliar” ujar Untung Basuki.

Baca Juga :  Samijo Gelar Dzikir dan Doa Bersama untuk Jokowi

Dirinya juga menegaskan rokok ilegal tersebut ditindak karena melanggar ketentuan cukai, yang telah diamanatkan didalam UU No 11 tahun 1995 yang telah diubah dengan UU No 39 tahun 2007 tentang Cukai dan UU No 10 tahun 1995 yang telah diubah dengan UU No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

“Rokok ilegal ini tidak dilengkapi dengan pita cukai, dilekati dengan pita cukai bekas dan pita cukai tidak peruntukannya,” tegas Untung.

Dia menjelaskan, disisi lain pengawasan di bidang Kepabeanan khususnya terhadap barang impor dan ekspor juga senantiasa selalu ditingkatkan guna mengantisipasi masuk dan keluarnya barang barang ilegal ke wilayah Republik Indonesia. 

“Sampai dengan semester pertama ini, Kantor Wilayah Bea Cukai Sulbagsel berhasil melakukan penindakan di bidang Kepabeanan dengan nilai mencapai 2,5 miliar dengan barang bukti berupa pakaian bekas yang menggunakan sarana angkutan kapal berjumlah 1.093 bale dan kayu ulin serta kayu meranti menggunakan 2 kapal berjumlah 68,8 m3” tuturnya. 

Dari hasil penindakan untuk tahun 2018 meningkat. Dimana terhimpun penerimaan negara pertanggal 30 Juni 2018 sebesar Rp 302, 3 miliar atau melebihi target yang diberikan negara sebesar Rp 208,36 dari target penerimaan dan mencapai 87,4 % dari target penerimaan tahun 2018 sebesar 345,89 miliar rupiah dengan perincian Bea Masuk Rp 119,19 miliar, Bea Keluar Rp 168,4 miliar dan Cukai Rp 11,74 miliar.

Baca Juga :  Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin meningkat 12,3 persen

Pihaknya selama ini selalu bekerja sama dengan TNI, Polri dan kejaksaan serta instansi terkait. Dalam penindakan dilakukan di pasaran, pengiriman melalui ekspedisi, serta di wilayah perusahaan.

“Kami juga akan meningkatkan sinergi dengan kepolisian dan TNI, Kejaksaan, Kementerian Keuangan, BNN, Pemerintah Daerah serta seluruh instansi terkait diseluruh wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara untuk melaksanakan pengawasan dan penindakan dibidang Kepabeanan dan Cukai. Karena keberhasilan yang kami lakukan tak terlepas dari peran serta masyarakat yang telah aktif mendukung pelaksanaan tugas dan sinergitas dengan instansi terkait” pungkasnya. (*) 



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar