Kapolda Sulbar apresiasi enam polisi ungkap narkoba

Posted on

Mamuju (Antaranews Sulsel ) – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat Brigjen Polisi Baharudin Djafar memberikan apresiasi kepada enam personel Polres Mamuju yang berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti sabu-sabu mencapai satu kilogram.

Apresiasi dari Kapolda berupa pemberian “reward” atau penghargaan kepada enam personel Polres Mamuju itu berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Sulbar, Selasa.

Kapolres Mamuju Ajun Komisaris Besar Poliri Mohammad Rivai Arvan mengaku bangga atas prestasi yang telah diukir personelnya dalam memberantas dan menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.

Pemberian penghargaan oleh Kapolda lanjut Rivai Arvan, merupakan penyemangat serta sebagai wujud kepedulian dan perhatian pimpinan kepada personelnya yang telah berprestasi dalam penegakan hukum maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Saya salut dan bangga atas prestasi yang telah diukir oleh tim Phyton Polres Mamuju dalam memberantas dan menyelamatkan generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika. Dan pemberian penghargaan ini sebagai bentuk perhatian pimpinan kepada setiap personel yang telah berprestasi,” ucap Rivai Arvan.

Baca Juga :  PRSI uji arena porda melalui kejuaraan terbuka

Kapolres juga berharap, pemberian penghargaan kepada enam personel itu dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya dalam menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan ketulusan.

Pengungkapan penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti sabu-sabu seberat satu kilogram itu berlangsung bulan lalu atap pada 7 April 2018.

Selain menyita sabu-sabu seberat satu kilogram, polisi juga menangkap dua orang diduga sebagai kurir, yakni DG (29) dan AL (32), keduanya berprofesi sebagai buruh bangunan dan merupakan warga Kota Palu Sulawesi Tengah.

Dari tangan kedua pelaku Tim Phyton Polres Mamuju juga berhasil menyita barang bukti lainnya berupa, enam butir pil ekstasi serta satu buah telepon genggam.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku penyalahgunaan narkoba itu mengaku disuruh oleh seorang bandar berinisial A (29) warga Kota Palu Sulawesi Tengah, untuk mengambil narkotika jenis sabu-sabu dari seseorang yang tidak ia kenal di Kota Samarinda Kalimantan Timur.

Baca Juga :  Safari Jumat di Masjid Buludoang, Kapolres Jeneponto Pesan Ini ke Warga

Setelah mengambil barang haram itu di Kota Samarinda, kedua kurir itu kemudian membawa sabu-sabu itu menuju Kabupaten Mamuju menggunakan kapal feri.

Namun, paket narkoba jenis sabu-sabu seberat satu kilogram yang hendak dibawa ke Kota Palu tersebut berhasil digagalkan oleh Tim Phython Polres Mamuju.

Kedua pelaku penyalahgunaan narkoba itu dijerat pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar