Kapolres Majene beri tips antisipasi paham radikal

Posted on

Mamuju (Antaranews Sulsel) – Kapolres Majene AKBP Asri Effendy, SIK memberikan tips kepada masyarakat setempat guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyebaran paham radikal.

“Tips untuk mengantisipasi penyebaran paham radikal yang pro kekerasan, meningkatkan keyakinan, semangat kebangsaan dan toleransi serta pahami nilai-nilai beragama yang moderat dan damai,” kata Kapolres Majene, AKBP Asri Effendy di Majene, Sabtu (7/7).

Dia mengatakan hal itu saat menjadi pemateri kegiatan layanan administrasi hukum umum tentang upaya meningkatkan dan kepatuhan hukum kepada organisasi kemasyarakatan, di aula Villa Bogor Kabupaten Majene.

Kapolres mengatakan, tip lainnya mengantisipasi penyebaran paham radikal adalah Kenali individu dan kelompok yang mengajarkan serta mengajak kekerasan, kebencian, dan intoleransi.

Selain itu, lanjutnya, sampaikan kepada pihak berwajib jika ada indikasi gerakan, aksi dan aktivitas yang mengarah kepada radikal terorisme kemudian membentengi keluarga dan lingkungan dengan pemahaman agama yang baik dan benar.

Baca Juga :  Dianggap Memprovokasi, Danny Ditegur Dalam Talkshow¬†

Menurut dia, jumlah populasi umat muslim di Indonesia memang sangat berpotensi menimbulkan aksi teror dan penyebaran paham radikal pro kekerasan di Indonesia. Terorisme dan radikalisme tidak hanya identik dan dilakukan oleh umat muslim saja, namun juga dilakukan diluar Islam.

Ia mengatakan, terorisme dan radikalisme tidak hanya terkait masalah ideologi agama, namun juga ada yang terkait permasalahan politik dan konflik antaragama.

“Ciri dan karakteristik kelompok Islam radikal yakni Intoleransi atau tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain, fanatik atau selalu merasa benar sendiri menganggap orang lain salah. Eksklusif atau membedakan diri dari umat muslim umumnya serta revolusioner atau cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan.

Ia menyampaikan ciri orang yang terpapar paham radikal yakni mendadak anti sosial. Menghabiskan waktu dengan komunitas yang dirahasiakan, mengalami perubahan sikap emosional ketika berbicara seputar pandangan politik dan keagamaan, menggunakan kecurigaan dan kritik berlebihan terhadap praktek masyarakat secara umum.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Unhas yang Hanyut Majene Masih Dicari

“Parahnya lagi ciri orang yang terpapar paham radikal rela memutus komunikasi dengan orangtua dan keluarga, menampakkan sikap pasangan dan tindakan keagamaan yang berbeda dengan masyarakat umum, dan cenderung tidak senang dengan pemikiran ulama dan organisasi moderat,” katanya.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar