Karena Amazon Adalah Misteri

Posted on

Brasilia – Amazon adalah misteri. Bukan hanya soal bentang alam atau legenda setempat, tapi kehidupan suku-suku di dalamnya yang belum tersentuh.

Apa yang kamu bayangkan saat mendengar kata Amazon? Pasti kebanyakan menjawab hutan yang sangat luas atau sungai-sungai panjang dengan habitat ikan piranha. Faktanya, Amazon lebih besar dari perihal tersebut.

Yang juga menarik dibahas dari Amazon adalah kehidupan suku-sukunya. Oh tunggu begini, Amazon merupakan suatu hutan belantara dnegan luas 7 juta km persegi. Lokasinya di Benua Amerika Latin dan masuk di 9 negara, dari Brasil (60 persen hutan Amazon ada di negara ini) lalu Kolombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Perancis.

Survival International, suatu organisasi yang peduli akan kehidupan suku-suku di dunia seperti dilihat detikTravel, Kamis (26/7/2018) mencatat ada sekitar 1 juta orang lebih yang terbagi dalam 400 suku di Hutan Amazon.

Hutan Amazon yang sangat lebat (Reuters)

Suku-suku tersebut sudah menempati hutan Amazon sejak 400 tahun silam. Menariknya, terdapat 100 suku yang belum tersentuh dunia luar!

Kebanyakan, suku-suku yang belum tersentuh dunia luar itu menempati hutan Amazon yang masuk wilayah Brasil. Menariknya, ada dua hal mengapa mereka seolah terisolasi.

Suku-suku di Amazon masih hidup dengan cara tradisional (Reuters)Suku-suku di Amazon masih hidup dengan cara tradisional (Reuters)

Yang pertama adalah, karena akses yang sulit dijangkau. Tak ayal, hutan Amazon yang lebat menjadi rintangan berat untuk bisa bertemu dengan suku-suku tersebut. Perjalanan masuk ke pedalaman hutannya bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Alasan kedua, adalah karena suku-sukunya memang tidak mau keluar dari wilayahnya. Mereka sudah nyaman hidup di dalam hutan, dengan bahasa, budaya dan kehidupan mereka sendiri.

Salah satunya yang sempat mencuri perhatian dunia adalah di tahun 2011 silam. Tepatnya di kawasan Vale do Javari bagian barat dari hutan Amazon (perbatasan Brasil dan Peru), suatu pesawat berisikan para peneliti dari Brasil menangkap kehidupan salah satu suku Amazon yang belum terdata!

Suku yang belum tersentuh di Vale do Javari (Funai/Survival International)Suku yang belum tersentuh di Vale do Javari (Funai/Survival International)

Badan mereka terlihat berwarna kemerahan. Di tangan mereka, ada panah dan tombak. Tampaknya, mereka dibuat keheranan dengan pesawat yang terbang di atas rumahnya.

Kehidupan mereka masih sangat tradisional. Masih berburu di alam dan rumahnya dari tumpukan kayu dan jerami.

(Funai/Survival International)(Funai/Survival International)

Peran Pemerintah Brasil

Tahun 1987, pemerintah Brasil membentuk Funai (Fundacao Nacional do Indio) alias National Indian Foundation. Badan ini dibentuk untuk mendata suku-suku di Hutan Amazon.

Funai juga turun tangan langsung untuk memberikan pelayanan kesehatan, donasi makanan serta berbagai hal demi keberlangsungan suku-suku di Hutan Amazon. Tercatat, suku-suku pedalaman di Hutan Amazon yang belum tersentuh menempati kawasan seluas 14 juta hektar!

Funai juga berperang dengan para penebangan kayu dan pemburu ilegal. Usut punya usut, hal-hal itulah yang mengancam kehidupan suku-suku di Amazon.

Para penebang liar yang tertangkap oleh Funai dan suku-suku Amazon (Reuters)Para penebang liar yang tertangkap oleh Funai dan suku-suku Amazon (Reuters)

Malah tak sedikit, kasus suku-suku Amazon dibantai oleh para penebang kayu dan pemburu ilegal. Maka Funai bertugas untuk melawannya dan pemerintah Brasil pun menindak tegas. Walau tak dipungkiri, kejahatan-kejahatan itu sulit terbendung.

Hal unik, Funai tidak akan melakukan kontak pada suku-suku di pedalaman Hutan Amazon yang memang menolak dunia luar. Meski demikian, Funai terus memantau kehidupannya, sembari berjaga dari serangan para penebang kayu dan pemburu.

Pemerintah Brasil juga tidak memaksakan untuk bertemu pada suku-suku yang mengisolasi diri di hutan Amazon. Toh kembali pada hakikatnya, mereka punya kehidupan sendiri dan biarlah jadi misteri.

Suku-suku di Amazon yang punya bahasa, budaya dan kepercayaan masing-masing (Reuters)Suku-suku di Amazon yang punya bahasa, budaya dan kepercayaan masing-masing (Reuters)

(aff/aff)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar