Kasus Dugaan Korupsi Fee 30 Persen, Danny Pomanto Siap Copot Camat

Posted on

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Penyidik Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Sulsel terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pemotongan anggaran Camat di kota Makassar.

Polda Sulsel sebelumnya telah menjadwalkan untuk memeriksa Wali Kota Makassar Ir Ramdhan Pomanto sebagai saksi, hari ini, Senin (4/6//2018), meski akhirnya Danny tidka datang.

Untuk mendalami dugaan kasus tindak pidana korupsi pomotongan anggaran 30 persen di setiap kecamatan kota Makassar ini, Polda Sulsel bahkan telah memeriksa beberapa saksi, lima antaranya adalah camat.

 Tudingan yang menyeret beberapa camat, membuat Danny berencana mengganti beberapa camatnya itu. 

Baca Juga :  34 Fasilitas Gratis dan 16 Diskon di Makassar jika Miliki TFC Premium

Ia bahkan mengatakan hanya membutuhkan 1-2 hari ke depan untuk menentukan siapa camat yang diganti.

“Saya bilang kalau ada persoalan korupsi kau harus konsentrasi. Kalau misalnya harus non aktif yah ada kemungkinan, bisa saja seperti itu karena ini demi mereka juga,” kata Danny.

Danny berdalih, para camat tersebut lebih baik konsentrasi ke penyelesaian kasusnya ini terlebih dahulu.

“Mereka perlu konsentrasi dengan kondisi persoalan begini. Sementara kasih kesempatan mereka mengurus masalahnya. 1-2 hari saya coba bahas dulu,” imbuhnya.

“Saya sampaikan bahwa semua harus bertanggung jawab, karena saya sendiri kalau ada tuduhan ke saya, saya bisa lapor balik, karena mereka sepakat bahwa tidak pernah ada tuduhan ke saya. Saya ingin mempelajari karena saya sendiri tidak paham ini barang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ngabuburit di Masjid Tua Katangka



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar