Kebangkitan Ariana Grande Usai Teror Bom di Manchester

Posted on

Perempuan berusia 24 tahun itu mengatakan bahwa judul album tersebut punya makna yang dalam baginya. Sweetener dipilih untuk menunjukkan kepada penggemar bahwa akan ada kemenangan meski dalam menghadapi situasi sulit, seperti yang dia katakan pada TIME.

“Ketika anda menyerahkan tantangan, bukannya duduk di sana dan mengeluh tentang itu, mengapa tidak mencoba membuat sesuatu yang indah?,” kata Ariana Grande seperti dilansir Billboard, Jumat (18/5).

Ariana Grande – No Tears Left To Cry
(YouTube/Ariana Grande)

Sweetener merupakan album penting bagi perempuan asal Florida tersebut. Sebab, album dengan single utama No Tears Left to Cry itu mewakili kebangkitan setelah pemboman tragis selama konser Ariana Grande di Manchester pada Mei 2017 lalu.

Baca Juga :  Tio Pakusadewo Senang Keluarganya Menemai saat Sidang

Video untuk lagu No Tears Left to Cry memberi penghormatan kepada para korban dengan gambar seekor lebah, simbol untuk Manchester. Setelah serangan itu, dia membantu mengatur konser amal bagi para korban dan penyintas.

Dalam kesempatan yang sama, Ariana Grande juga berbicara singkat tentang insiden 22 Mei. Namun, dia menahan diri untuk membahas secara mendalam.  

Menurut wawancara, berdamai dengan situasi telah menjadi pilihan Grande. Tetapi dirinya mengatakan kepada TIME bahwa dia saat ini berada di tempat yang baik untuk melepas album baru.

Baca Juga :  Pesona Francesca Sofia Novello, Pacar Valentino Rossi

“Saya menangis, tetapi saya senang,” ucapnya.

Jelang perilisan album anyar, Ariana Grande masih disibukkan kegiatan panggung. Terdekat, dia juga akan membuka Billboard Music Awards pada 20 Mei.


(ded/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar