Kehidupan Biksu Milenial di Mongolia

Posted on

Ulaanbaatar – Di biara Amarbayasgalant Mongolia, para anak muda belajar menjadi biarawan. Biara ini juga dipimpin oleh biksu muda dan paling tua yaitu berusia 35 tahun.

Dilansir detikTravel dari situs Reuters, Selasa (5/6/2018) kehidupan biksu muda dapat dijumpai di Amarbayasgalant Monastery, salah satu dari 3 biara besar di Mongolia. Dan biksu tertua di kuil ini berumur 35 tahun.

Faktanya, para biksu muda terpaksa harus mengajar yang lebih muda lagi pada umurnya karena kondisi yang ada. Hal ini dikarenakan para tetua biksu banyak yang mangkat pada masa penindasan oleh Uni Soviet.

(Reuters/Thomas Peter)

Pada tahun 1930-an, peristiwa yang menyakitkan ini dimana menewaskan 17.000 orang biksu menyisakan pahit tersendiri bagi biksu muda yang hidup zaman sekarang. Mereka harus berjuang mempertahankan dan melestarikan biara dan ajarannya kepada generasi sekarang dengan pengetahuan yang masih kurang.

Kembali lagi ke cerita sejarah, di tahun 1990 saat demokrasi menghampiri Mongolia, pada saat itulah kehidupan biara mulai bangkit. Biara-biara dan sekolah mulai didirikan oleh para biksu yang telah berumur 70 tahun.

Baca Juga :  Ini Dia Baku, Ibu Kota Negara Api di Tepi Laut Kaspia
(Reuters/Thomas Peter)(Reuters/Thomas Peter)

Sebelum kedatangan Uni Soviet, Biara Marbayasgalant merupakan rumah bagi 800 biarawan. Namun karena peristiwa pembersihan, para biarawan banyak yang melarikan diri dan sebagian besar terbunuh. Sekarang hanya tersisa 40 biarawan dengan usia paling tua 35 tahun.

(Reuters/Thomas Peter)(Reuters/Thomas Peter)

Biara Marbayasgalant merupakan salah satu biara besar di Mongolia. Biara ini dibangun pada abad ke 18, tepatnya di tahun 1727 dan termasuk ke dalam salah satu biara besar di Mongolia. Sekarang biara ini juga menjadi salah satu Warisan Budaya Unesco.

BACA JUGA: Alun-alun Genghis Khan di Perbatasan China-Mongolia

(Reuters/Thomas Peter)(Reuters/Thomas Peter)

Di biara, para calon biarawan muda diajarkan ilmu pengetahun seperti matematika, sastra, dan pengetahuan umum. Setiap paginya mereka rutin menghafal dan menyanyikan doa di pagi hari.

Baca Juga :  Perpustakaan Ini Nggak Ada Bukunya, Isinya Malah Adonan Roti
(Reuters/Thomas Peter)(Reuters/Thomas Peter)

Para biksu muda juga bisa mengakses internet 3G dari biara. Namun penggunaan telepon seluler hanya diperbolehkan bagi biksu yang berumur di atas 25 tahun. Mereka juga diperbolehkan keluar untuk mengenal dunia luar sebanyak dua kali setahun selama 2 minggu.

Tantangan tersendiri harus dihadapi oleh para biarawan tertua di biara. Mereka harud menghadapi kenyataan bahws banyak biksu muda yang menyerah dan rindu akan kehidupan dunia luar.Namun hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengembalikan dan menyelamatkan masa depan Biara Amarbayasgalant. (bnl/aff)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar