Keteladanan Kiai Djamal (2): Ayam dan Kambing Pun Disayangi

Posted on

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – KH Djamaluddin Amien selalu bersedia melayani permintaan Tribun Timur untuk wawancara. Kadang wawancara dilakukan melalui telepon rumah.

Dalam kondisi kurang fit pun, Kiai Djamal selalu meluangkan menerima wawancara dengan Tribun.

“Saya sudah tua, Nak. Apa lagi yang bisa saya bilang,” ujar Kiai Djamal, sapaan KH Djamaluddin Amien, ketika diwawancarai pada Sabtu (17/11/2012).

Sejak Tribun Timur cetak terbit pertama kali, Februari 2004, Kiai Djamal selalu menyempatkan diri menghadiri undangan redaksi. Beberapa kali Ketua Muhammadiyah Sulsel dua periode itu pembawa hikmah di acara syukuran.

Dalam pertemuan dua tahun lalu itu, Kiai Djamal berkali-kali mengatakan, “Saya tak muda lagu, tak sekuat 10 atau 20 tahun lalu lagi.”

Baca Juga :  Sekretaris Al Hidayah Parepare: Pasangan NH-Andi Nurbani Idaman Rumah Tangga Ideal

Dalam usia senja, Kiai Djamal masih aktif memimpin salat jamaah dan memberikan pengajian di Masjid Unismuh, areal kampus, Jl Sultan Alauddin, sekitar 500 meter dari rumahnya.
Salat Idulfitri dan Iduladha di Unismuh pun selalu dia pimpin dan jadi khatib.

Tribun menemuinya Kiai Djamal, dua tahun lalu, itu di sela-sela persiapan Milad Ke-100 Muhammadiyah. Di sela-sela wawancara beberapa kali Djamaluddin dihampiri orang sekadar cium tangan atau meminta nasihat.

Kiai Djamal lebih banyak menikmati masa tuanya sejak 2009. Dia lebih banyak menghabiskan waktu duduk membaca dan mengaji di depan deretan barang jualan.

Toko yang ia jaga sehari-hari itu hanya berukuran sekitar 3×2 meter dengan memanfaatkan sisi kanan pekarangan rumah. Pekarangan bagian depan lainnya dihuni aneka pepohonan.

Baca Juga :  Anak Almarhumah Wafat Saat Pesta Rambu Solo’, Alumni UKIP Makassar Berduka

Ada kolam mini yang berisi beberapa ikan mas, lele, dan nila. Makhluk air itu pun menjadi salah satu sasaran kesibukan Kiai Djamal tiap hari.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar