Kini Bercadar, Peggy Melati Sukma Tak Peduli Mendapat Cacian

Posted on
Jakarta

Setelah berhijrah sejak tahun 2017 kini Peggy Melati Sukma atau kini dikenal sebagai Khadija memilih untuk mengenakan niqab. Tidak hanya sekadar menggunakan, Khadija mempunyai alasan dasar.

Di tengah panasnya isu dIskriminasi terhadap perempuan bercadar di Indonesia, Khadija mengatakan itu bukanlah sebuah masalah. Tidak perlu seseorang yang ingin mencari jalan menuju Allah masih memikirkan ucapan orang lain.

“Nggak usah dipikirin, ngapain dipikirin hahaha. Hidup ini nggak usah dibuat susah. Kita kalau niatnya karena Allah anything we will fight for it. Kalau niatnya ke jannah anything we will fight for it. Hari ini saya kalau ditanya, Teh cita-citanya apa? Masuk surga. Targetnya apa? Ketemu Rasulullah SAW. Keinginannya apa? Memandang wajah Allah Ta’ala. Sudah nggak ada keinginan apa-apa,” tegas Khadija saat berbincang dengan detikHOT, di Smart Office Lotte Shopping Avenue, Lantai 2 di Jalan Profesor Doktor Satrio, Karet, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dia pun mengungkapkan silakan orang lain berpegang pada pandangannya. Tapi dirinya tak mau mengurusi pandangan orang-orang itu.

“Saya nggak boleh urusin pandangan orang, nggak boleh. Yang harus saya urus kehidupan saya pada Allah. Orang mau punya pandangan apa boleh pada saya, orang mau mencaci maki wich is sampai hari ini juga saya masih menerimanya ya nggak apa-apa,” ungkapnya.

Perempuan yang pernah berkontribusi dalam gerakan Telling Islam to The World di Amerika Serikat itu justru merasa pantas dirinya mendapat caci maki. Tak ada niat untuk membalas, sebagai hamba Allah, Khadija memilih untuk kembali mendoakan orang-orang yang sudah memandanya nyinyir.

Caci maki yang dilontarkan oleh orang-orang dianggap olehnya sebagai cermin. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia memang penuh dosa, kemaksiatan, dan kekurangan termasuk juga dirinya.

“Kita ini hamba Allah yang penuh dosa, penuh kekurangan, kesombongan, penuh dengan kemaksiatan, kalau kita dicaci maki ya pantas-pantas saja. Bilang saja ‘Allah ya Allah hamba terima takdirmu. Ampuni hamba jika hamba bersalah maka hamba pantas dicaci maki, jika orang itu salah alamat maka ampuni orang itu, berikan hati yang baik untuknya, hati yang lapang untuknya’,” tuturnya.

“Nggak apa-apa orang mau berpandangan apapun kalau ditanya, kenapa setalah berhijrah berusaha langsung berpakaian syar’i? Kenapa waktu hijrah kok sekarang sudah niqab? Tentunya saya belajar lagi tentang islam tentang hukum-hukumnya, tentang dalil-dalilnya dan kalau tujuannya Allah dan Rasul dan ingin sampai ke jannah,” lanjut Khadijah.

Dia pun tak mempersalahkan perempuan-perempuan yang baru sekadar menutup aurat. Menurut seorang Khadija, itu adalah bagian dari proses yang sat itu dirinya juga sudah pernah melewati masa itu.

“Jadi silakan berproses belum nenutup aurat, dulu saya juga begajulan banget silakan mislanya masih belajar belum langsung syari silakan nggak apa-apa tapi berusaha sebaik-baiknya pada saat itu, kalau kita bisa menutup aurat belum tatanan syari maka tutup sebaik-baiknya pada Allah kita kan tampilannya maunya dilihat sama Allah,” tegas Khadija.

(pus/doc)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar