Kisah Nabi Nuh dan Berkah Minyak di Laut Kaspia

Posted on

Baku – Azerbaijan adalah negara di tepi Danau Laut Kaspia dan mengandalkan sumber daya alam dari sana. Konon ini imbas banjir besar zaman Nabi Nuh dulu.

Dubes RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie menceritakan kisah itu saat buka puasa bersama pada Selasa (29/5/2018) lalu. “Berbicara tentang Azerbaijan adalah berbicara tentang peradaban manusia. Ada Nabi Idris, kemudian Nuh, ini nabi ketiga. Nuh ini penanda peradaban antara batu dan tembaga, ada tembikar,” demikian kisahnya.

[Gambas:Video 20detik]

Nah benda-benda ini, lanjutnya, ditemukan di sepanjang Danau Laut Kaspia. Inilah imbas banjir besar di zaman Nabi Nuh di seluruh dunia.

“Nah Nabi Nuh AS itu lahir dan besar di Nakhchivan (wilayah di Azerbaijan), mati di sana, lahir di sana. Saat diminta membuat bahtera oleh Allah, itu mengangkut semua binatang dan manusia. Akhirnya banjir di dunia ini, selama 3 minggu, air surut,” tuturnya.

Bahtera Nuh, imbuhnya, tersangkut di Pegunungan Kaukasus, di Bukit Judi atau Pegunungan Ararat. Husnan merujuk ke QS Hud Ayat 44 (QS 11:44) tentang terdamparnya bahtera Nuh ini. Dan belakangan para ilmuwan membuktikan hal itu benar, bahtera Nuh ditemukan di Pegunungan Ararat.

“Itu (Bukit Judi) antara Azerbaijan, Turki dan Armenia,” jelasnya.

Baca Juga :  Saat Sydney 'Mandi' Cahaya dan Pesta 23 Jam

Sedangkan bukti-bukti banjir besar era Nabi Nuh itu, juga ditemukan di Pegunungan Kaukasus.

“Hingga di Pegunungan Kaukasus ditemukan karang (laut), padahal itu tingginya lebih dari 6 ribu meter,” tuturnya.

Saat banjir surut, airnya mengalir di barat Azerbaijan. Ada laut, yakni Laut Mediterania dan Laut Hitam. Di timur, lanjut dia, tidak ada laut, tapi ada daratan Asia juga lembah terdalam di dunia, bernama Kaspia.

Foto: Laut Kaspia dari Baku Boulevard atau Dənizkənarı Milli Park (Nograhany WK/detikcom)

“Fosil-fosil binatang zaman Nabi Nuh itu jatuh ke Laut Kaspia. The Biggest lake in the world,” jelasnya.

Danau Laut Kaspia, menurut Husnan berair asin meski tidak punya saluran ke laut lepas. Fauna seperti ikan di Laut Kaspia, lanjutnya, juga merupakan ikan-ikan purba dan endemik (cuma ada di tempat itu) dari zaman banjir besar Nabi Nuh itu.

Danau Laut Kaspia dikelilingi oleh beberapa negara di kawasan Kaukasus selatan yakni Azerbaijan, Iran, Kazakhstan, Rusia dan Turkmenistan. Azerbaijan yang memiliki kilang minyak di Laut Kaspia, menurut Husnan, kini memiliki kapasitas produksi minyak 2 juta barel per hari.

“Ini karena fosil zaman Nabi Nuh itu,” tuturnya.

Baca Juga :  Rekomendasi Tempat Wisata Bagi yang Mudik ke Blitar
Kisah Nabi Nuh dan Berkah Minyak di Laut KaspiaFoto: Laut Kaspia dari Baku Boulevard atau Dənizkənarı Milli Park (Nograhany WK/detikcom)

Selain menjadi sumber minyak, Danau Laut Kaspia juga menjadi daya tarik wisata Kota Baku. Beberapa spot terbaik menikmati Kota Baku dan Danau Laut Kaspia-nya di antaranya adalah Baku Boulevard atau Dənizkənarı Milli Park. Ini adalah taman luas yang berhadapan langsung dengan Laut Kaspia.

Warga Baku biasanya menghabiskan waktu di taman ini dengan sekadar duduk-duduk di taman, bercengkrama dengan teman, bersepeda, bermain bola atau hanya sekadar duduk santai menikmati pemandangan lepas Laut Kaspia.

Satu spot lagi untuk menikmati kota Baku adalah di Dagustu Park, dekat taman makam pahlawan Sahidler Xiyabani. Dari taman ini, bisa dilihat keindahan kota Baku dari ketinggian. Baik gedung pencakar langit hingga pemandangan lepas ke Danau Laut Kaspia bisa dinikmati dari sini. (sna/fay)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar