Kisah Wanita Tanpa Nama di Bali

Posted on

Jembrana – Ini cerita yang mungkin belum pernah kamu dengar di Bali. Kisah seorang nenek tanpa nama, entah siapa dia sebenarnya tapi hidup sederhana dan bahagia.

Penulis BBC Travel, Mark Eveleigh menceritakan kisah nenek tanpa nama tersebut. Melansir BBC Travel, Senin (25/6/2018), wanita tua itu biasa dipanggil Nenek. Tentu nama itu bukan nama aslinya melainkan usianya yang sudah mendekati 1 abad.

Usia Nenek tidak ada yang tahu dan pun siapa nama sebenarnya. Mengapa begitu?

Nenek lahir di Bali mungkin sekitar 80 tahun yang lalu. Waktu itu tidak ada akta kelahiran baginya.

Foto: (Mark Eveleigh/BBC Travel)

Tidak ada catatan secara akurat dan kemungkinan lahirnya sekitar kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Dulu si Nenek memiliki kartu identitas, akan tetapi ia kehilangan itu sejak bertahun-tahun yang lalu.

Nenek tinggal di Pekutatan, sebuah desa nelayan di pantai barat daya terpencil, Jembrana, Bali. Sampai kini nama aslinya masih misterius. Seluruh warga desa memanggilnya hanya dengan sebutan Nenek.

Nenek hidup bahagia dengan cucunya, Sudana dan istrinya Ketut serta cucunya yang bernama Ayu. Karena sudah sulit berbicara, maka Nenek hanya berkomunikas dengan tersenyum dan memeluk.

Mark Eveleigh, sang penulis artikel di BBC Travel tersebut pernah tinggal dengan keluarga si Nenek sekitar 15 tahun lalu bersama putrinya, Lucia. Dulu rumahnya reyot, tapi kini lebih terawat dengan bayak perbaikan dan bantuan orang-orang.

Meski sudah tua, Nenek tak hentinya tersenyum menebar kasih sayang. Mark dan putrinya diajari banyak budaya Bali dengan nilai-nilai tradisional. Termasuk sampai hal kecil, seperti makan yang paling enak adalah langsung menggunakan tangan.

Kisah Wanita Tanpa Nama di BaliFoto: (Mark Eveleigh/BBC Travel)

Namun jika ditarik sejarah lebih jauh, dulunya Nenek ternyata memiliki seorang putri kandung yang sudah pergi merantau dan tak pernah kembali. Setelah itu, tak lama suaminya meninggal dan hiduplah dia seorang diri.

Sudarna, bisa dikatakan sebagai anak angkatnya. Namun dengan ajaran Bali, Sudarna ikhlas menerima nenek dan menjaganya dengan penuh cinta. Merawat Nenek yang tetap terlihat sehat sampai sekarang.

Ya, apalah arti sebuah nama. Nenek, yang sampai kini tidak ada yang tahu namanya siapa masih hidup bahagia di Pekutatan. Bahkan kalau ada turis, dia tak segan untuk memberi senyuman.

Atau mungkin, ada yang tahu siapa Nenek ini sebenarnya? (msl/aff)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar