Konstruksi Tol Gempol-Pasuruan Selesai, Siap Layani Arus Mudik Perdana

Posted on

PEKERJAAN skala kecil masih berlangsung di gerbang tol Pasuruan pada Minggu (6/5). Misalnya, pembenahan gerbang tol otomatis (GTO) dan pembuatan markah jalan. Itu adalah proses finishing sebelum ruas tol tersebut direncanakan beroperasi akhir Mei nanti. ”Kesiapan (operasi, Red) sudah 99 persen,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Gempol-Pasuruan Rahardjo kepada Jawa Pos.

Pekerjaan finishing itu berada di wilayah seksi II. Yakni, ruas Rembang-Pasuruan. Panjangnya 6,6 kilometer. Akses tersebut menyambungkan ruas Gempol-Bangil dan Bangil-Rembang yang lebih dulu berfungsi. Dua ruas tersebut masuk pekerjaan seksi I dengan panjang 13,9 kilometer.

Berdasar pantauan Jawa Pos, ruas Rembang – Pasuruan bisa dibilang sudah tuntas. Konstruksi jalan sudah oke. Mulus. Sudah berbentuk rigid pavement alias jalan beton. Jalan bebas hambatan itu memiliki dua jalur dengan empat lajur. Satu jalur masing-masing dua lajur.

Untuk safety, akses itu telah dilengkapi dengan rambu-rambu dan papan penunjuk arah. Terpasang di banyak titik. Dari gerbang tol Pasuruan ke gerbang tol Rembang, sedikitnya melintang lima overpass dan dua jembatan penyeberangan orang (JPO). ”Prinsipnya, kami siap operasional untuk mendukung kelancaran arus mudik nanti,” ujar Rahardjo.

Pimpinan Proyek Tol Gempol-Pasuruan Mulyono menyatakan, pra-uji laik fungsi dilaksanakan pada 26 April. Selanjutnya, Senin (14/5) dilakukan uji laik fungsi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Korlantas Mabes Polri, dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hadir.

Untuk menambah kenyamanan pemudik, juga disiapkan rest area. Namun, sifatnya masih fungsional. Belum permanen. Ke depan, di lokasi yang sama bakal dibangun rest area tipe A. Fasilitasnya meliputi tempat pengisian bahan bakar (SPBU), musala, restoran, dan toilet. ”Lahannya sudah disiapkan,” kata Mulyono.

Bagaimana dengan kelanjutan seksi III? Saat ini seksi III masih berada dalam tahap konstruksi. Progresnya baru mencapai 22-24 persen. Akses sepanjang 13,6 kilometer itu menyambungkan ruas Pasuruan-Grati. Pekerjaan konstruksi ditarget tuntas akhir 2018. Meski progres terbilang minim, PT Jasamarga Gempol-Pasuruan optimistis bisa sesuai target. ”Terus kami kebut,” tegas Mulyono.

Berdasar cetak biru (blueprint) Kementerian PUPR, ruas Pasuruan-Grati bakal tersambung dengan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) di sisi timur yang saat ini masih tahap konstruksi. Berikutnya, tol Paspro akan terkoneksi dengan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi). Konstruksi tol Probo wangi dimulai akhir 2018. Adapun ke arah barat, tol Gempas tersambung dengan Surabaya-Gempol.

Beroperasinya tol Gempas bakal menjadi alternatif jalur yang dilewati pemudik. Kemacetan lalu lintas pada jalan non-tol juga diyakini akan berkurang. Beban jalur arteri nasional juga bisa berkurang. Sebab, untuk memperlancar distribusi barang, angkutan logistik dengan tonase tinggi lebih memilih jalan tol yang bebas hambatan. ”Kami menyambut positif beroperasinya tol Gempol – Pasuruan. Ini bisa mengurangi beban jalan nasional,” ujar Kepala BBPJN VIII I Ketut Darmawahana.

Gratiskan Tarif Seksi II

Beroperasinya tol Gempas ruas Rembang- Pasuruan untuk arus mudik tahun ini benarbenar bakal menguntungkan masyarakat. Kemacetan di jalan arteri Bangil-Pasuruan bisa berkurang. Selain itu, selama arus mudik dan balik Lebaran 2018, pengguna tol akan dibebaskan dari biaya pada ruas tol sepanjang 6,6 kilometer tersebut alias gratis. Kebijakan itu juga merupakan bagian dari sosialisasi kepada masyarakat atas keberadaan jalan tol yang baru tuntas tersebut.

Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Gempol- Pasuruan Rahardjo yang diwakili pimpinan proyek Mulyono mengatakan, ruas yang digratiskan hanya di Rembang-Pasuruan. Adapun, untuk ruas seksi I, tetap berlaku tarif normal. Yaitu, ruas tol Gempol- Bangil dan Bangil-Rembang.

Tarif di ruas tersebut ditetapkan Rp 1.000 per kilometer. Jika total panjang dua ruas itu 13,9 kilometer, biaya yang dikenakan Rp 13.900. Nah, pembayaran nontunai juga bisa langsung dilakukan di gerbang tol Pasuruan. Meski transaksi di gerbang Pasuruan, yang terhitung pembayaran hanya ruas Gempol-Bangil dan Bangil-Rembang. “Ruas Rembang-Pasuruan gratis. Ini sesuai dengan kebijakan Pak Menteri (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Red),” katanya.


(mar/c7/c17/fal)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar