Konsumsi BBM dan LPG Sulsel meningkat

Posted on

Makassar (Antaranews Sulsel) – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Sulawesi Selatan meningkat menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Selama masa Satgas Ramadhan dan Idul Fitri yakni 30 Mei 2018 hingga H-4 Lebaran, kenaikan Pertamax Series secara signifikan terjadi untuk Pertamax Turbo di mana realisasi konsumsi rata-rata harian Pertamax Turbo mencapai 3,1 kiloliter (KL) atau naik 3,3 persen di atas konsumsi harian normal,” kata Unit Manajer Komunikasi dan CSR PT Pertamina MOR VII M. Roby Hervindo di Makassar, Rabu.

Pada periode yang sama, kata dia, Pertamina Dex dan Dexlite turut mendapatkan momentum positif yakni Pertamina Dex naik 126,9 persen atau mencapai konsumsi rata-rata harian 4,53 KL dan Dexlite naik 97,5 persen yakni 15,8 KL/Hari dibandingkan konsumsi harian normal.

“Konsumsi harian Premium tercatat ikut meningkat 14,6 persen dari konsumsi harian normal, yaitu 2.155 KL,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meningkatnya konsumsi BBM berkualitas baik jenis gasoline maupun diesel, menggambarkan konsumen atau dalam hal ini masyarakat sudah menyadari pentingnya kualitas dan performa bahan bakar untuk kendaraannya.

Berkaca dari realisasi konsumsi BBM masa Satgas Ramadhan dan Idul Fitri 2017 lalu, tambahnya, juga terjadi peningkatan konsumsi Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertalite.

“Jadi ini adalah sebuah tren yang menunjukkan sebagian konsumen sudah beralih ke bahan bakar berkualitas,” kata dia.

Di sisi lain, konsumsi LPG turut mengalami peningkatan jelang lebaran, khususnya LPG 3 Kg yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan usaha mikro.

Baca Juga :  Terbukti Punya Perhatian, Mahasiswa Asal Luwu Antusias Bersama Cakka

Konsumsi harian LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan hingga H-4 Idul Fitri meningkat 4 persen dibandingkan konsumsi harian normal, yaitu dengan rata-rata konsumsi 813,93 Metrik Ton (MT)/Hari.

Kenaikan konsumsi ini, lanjut Roby, telah diprediksikan sebelumnya, karenanya Pertamina memastikan stok LPG tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya mendekati masa lebaran ini.

Roby menambahkan, stok LPG tersedia dan mencukupi dengan ketahanan stok mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hingga 7 hari ke depan.

Khusus di wilayah Kabupaten Bantaeng, terjadi peningkatkan konsumsi disertai peningkatan harga di tingkat pengecer. Meskipun selama masa Satgas telah ditambahkan pasokan LPG 3 Kg di Kabupaten Banteng sebesar 12 persen yaitu 17,72 MT atau sebanyak 5.960 tabung/hari dibandingkan konsumsi normal harian.

“Lonjakan konsumsi LPG 3 Kg di Kabupaten Bantaeng terjadi akibat rush buying atau pembelian dengan jumlah di atas normal oleh konsumen, sehingga konsumsi meningkat tajam dan dimanfaatkan para pengecer untuk menaikan harga,” jelasnya.

Menyikapi hal ini, tutur Roby, Pertamina bersama Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan setempat telah melakukan pengecekan stok dan harga di seluruh wilayah Kabupaten Bantaeng, pada Selasa (12/06).

“Merespon peningkatan konsumsi di atas normal di Bantaeng, kami bekerja sama dengan Pemda setempat melaksanakan Operasi Pasar mulai Selasa (12/06) hingga Kamis nanti (14/06), di 8 Kecamatan yakni Kecamatan Bantaeng, Pajukukang, Bisapu, Gantarang Keke, Eremerasa, Tampobulu, Sinoa dan Uluere,” ujarnya.

Dalam operasi pasar ini, Pertamina menyiapkan LPG 3 Kg sebanyak 6.720 tabung bagi 8 kecamatan tersebut.

Baca Juga :  LPG 3 Kg Kerap Langka di Pinrang, Pertamina Akui Salah Sasaran

“Untuk menghindari pembelian di luar kewajaran ataupun penimbunan, pembelian LPG 3 kg dalam operasi pasar ini akan dibatasi maksimal 1 tabung per konsumen. Pembelian pun harus disertai dengan Kartu Keluarga (KK) dan pemilik KK tidak dapat diwakili, agar penyaluran elpiji subsidi kepada masyarakat miskin tepat sasaran dan merata,” jelas Roby.

Pertamina, kata dia, akan terus berkordinasi dengan Pemerintah Daerah, Disperindag serta pihak Kepolisian setempat dalam mengawasi distribusi LPG 3 Kg agar dapat tepat sasaran dalam pengunaannya.

“Untuk memperoleh LPG 3 Kg, kami menghimbau agar masyarakat membelinya di pangkalan ataupun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat. Untuk pasokan dan harga LPG di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina,” kata Roby.

Masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi, keluhan ataupun masukan yang membangun atas pelayanan distribusi BBM dan LPG melalui Contact Pertamina di nomor 1-500-000 atau email [email protected]



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar