Konsumsi pertamax di Sulsel meningkat saat Lebaran

Posted on

Makassar (Antaranews Sulsel) – PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi BBM berkualitas jenis Pertamax di Sulsel mengalami peningkatan pada masa Ramadhan dan Lebaran 2018 periode 30 Mei hingga 28 Juni 2018.

 “Khusus di Sulsel, konsumsi BBM berkualitas jenis Pertamax meningkat rata-rata delapan persen sebesar 142 kiloliter/hari,” kata Unit Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina MOR VII M Roby Hervindo di Makassar, Jumat.

Kenaikan konsumsi Pertamax selama masa Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri 2018 itu, menurut dia, menunjukkan minat masyarakat terhadap BBM berkualitas cukup tinggi.

Untuk kendaraan berbahan bakar diesel pun, lanjutnya, selama Ramadhan dan Idul Fitri, masyarakat lebih memilih BBM berkualitas.

Rata-rata konsumsi harian Dexlite naik 52 persen sebesar 12 kiloliter/hari dan Pertamina Dex naik 14 persen atau 2,3 kiloliter/hari dibandingkan kondisi normal.

Selain BBM, lanjut Roby, konsumsi elpiji juga turut mengalami peningkatan selama masa Ramadhan dan Idul Fitri.

Di wilayah Sulsel, rata-rata konsumsi harian elpiji subsidi naik delapan persen atau 842 metrik ton per hari, sedangkan elpiji nonsubsidi naik lima persen sebesar 60 metrik ton per hari dibandingkan konsumsi normal.

“Kenaikan konsumsi elpiji nonsubsidi ini terutama ditopang oleh peningkatan konsumsi Bright Gas tabung 12 kg maupun 5,5 kg yang semakin diminati konsumen di Sulsel,” katanya.

Roby menambahkan, selama masa satgas, pasokan elpiji tiga kg juga ditambah melalui operasi pasar di lebih dari 200 kecamatan di wilayah Sulawesi.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan konsumsi dan sekaligus menstabilkan harga elpiji tiga kg di tingkat pengecer.

Selain itu, Pertamina juga terus berkordinasi dengan pemda dan aparat setempat dalam mengawasi distribusi elpiji tiga kg agar dapat tepat sasaran dalam pengunaannya.

Ia mengimbau agar masyarakat membeli elpiji tiga kg di pangkalan ataupun SPBU, karena stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat.

“Untuk pasokan dan harga elpiji di tingkat pengecer, tidak dapat dikontrol Pertamina, karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina,” kata dia.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar