KPPU Kawal Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan

Posted on

JawaPos.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ingin memastikan kestabilan harga berbagai komoditas pangan memasuki pekan kedua Ramadan. Sejauh pantauan KPPU, harga-harga pangan masih relatif stabil. 

Komisioner KPPU Guntur Syaputra Saragih menuturkan, sejak dilantik pada 2 Mei lalu, urusan pangan memang menjadi fokus utama mereka. Selama Ramadan, pihaknya akan memantau harga pangan di pasar. 

“Kita akan melakukan pengkajian dan inspeksi mendadak jika ditemukan ada kenaikan harga yang tidak wajar di pasar,” kata Guntur, di Kota Medan, Jumat (25/5). 

Pihaknya masih akan melihat geliat kenaikan harga saat memasuki pekan kedua Ramadan. Di awal Ramadan, beberapa harga kebutuhan pokok sempat mengalami kenaikan. Namun masih dalam angka yang cukup wajar. 

Di Kota Medan, harga ayam potong sempat merangkak naik di angka Rp 30 ribu. Sebelum Ramadan harga Ayam berada di angka Rp 27 ribu.”Nanti kita lihat di pekan ke dua. Sekaligus, tim kita sudah melakukan pemeriksaan,” katanya. 

Senada, Komisioner KPPU Kodrat Wibowo mengatakan pihaknya sudah melakukan investigasi awal terkait stabilitas harga. Sejauh ini, pihaknya sudah membangun koordinasi dan menyelaraskan data dengan Tim Pengendali Harga. 

“Selama Ramadan kenaikan harga masih wajar, karena ada peningkatan permintaan. Sedangkan suplai barangnya agak lambat,” katanya.  

Ramadan tahun lalu, KPPU bersama beberapa komponen lainnya berhasil menjaga stabilitas harga pangan. Kodrat ingin, kesuksesan itu bisa terulang di 2018. 

“Tahun lalu, keberhasilan yang ada, karena ada pengendalian terpusat, ada TPID, sehingga harga cukup stabil. Tahun ini kami akan berkoordinasi dengan satgas. Jangan sampai kita melakukan kebijakan yang tidak perlu atau yang diluar tupoksi kami,” katanya. 

Lebih jauh lagi, kenaikan harga biasanya terjadi jelang Idul Fitri. Kenaikan harga ini akan dimanfaatkan oleh para pengusaha nakal untuk bermain harga. “Ranah KPPU, jika ada kenaikan harga yang tidak wajar, dan ada persaingan usaha yang tidak sehat,” pungkasnya. 

(pra/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar