Laptop Tiongkok Membanjir, Menperin: Produsen Lokal Belum Dirugikan

Posted on

JawaPos.com – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut derasnya impor laptop dari negeri tirai bambu akibat adanya pembebasan bea masuk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2018, impor laptop dari Tiongkok mencapai USD 99,6 juta. 

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan impor laptop pada periode sama bulan sebelumnya yang hanya USD 50,9 juta.

“Antara domestik dan barang impor perlindungan tarif sudah tidak ada lagi,” kata Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta.

Akan tetapi, Airlangga mengaku untuk meredam derasnya impor produk laptop dari Tiongkok tidak serta merta bisa dilakukan dengan mengenakan tarif atau membuat barrier. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan memperketat Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Enggak bisa (buat barrier), kecuali ada injuri kita bisa kantor failing duty. Seperti di baja ada kita sebut war game antara AS dan Tiongkok, jangka pendek Indonesia diuntungkan karena kita bisa ekspor, tapi untuk jangka menengah kita bisa dirugikan karena barang Tiongkok bisa membanjiri kita,” tuturnya.

Apabila ada kerugian yang ditimbulkan karena Tiongkok menjual produk domestiknya lebih mahal dibandingkan impor maka bisa dibuat dalam bentuk bea masuk antidumping. Namun, hal itu harus berdasarkan laporan protes dari produsen domestik. “Selama tidak ada yang protes dirugikan, selama ini (sih) belum,” kata dia.

(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar