Layani Penukaran Uang Baru, BI Solo Siapkan Rp 5,034 Triliun

Posted on

Kepala Kantor Perwakilan BI cabang Solo, Bandoe Widiarto menjelaskan, penambahan jumlah uang baru ini didasari oleh beberapa hal. Diantaranya, tren pertumbuhan penukaran pada pecahan Rp 100 ribu. Lalu adanya penambahan libur dan cuti bersama.

“Adanya rencana kenaikan THR Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan, serta adanya kegiatan Pilkada dan lain-lain. Maka estimasi kebutuhan juga meningkat,” ungkap Bandoe saat jumpa pers di kantor BI, Jumat (18/5). 

Dari jumlah tersebut, Bandoe melanjutkan, akan didominasi dengan pecahan besar yang mencapai 89 persen. Sementara sisanya yakni pecahan kecil Rp 10 ribu ke bawah. Sementara, untuk strategi layanan penukaran uang, Bandoe menerangkan, untuk tahun ini penukaran uang akan dilakukan di 111 titik.

“Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya sebanyak 86 titik di eks Karesidenan Surakarta,” ucapnya. 

Selain di bank umum, tahun ini penukaran uang baru juga akan dilayani di pegadaian dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Akan tetapi, karena masih bersifat pilot project maka tidak semua pegadaian atau BPR yang bisa melayani penukaran uang baru.

“Untuk tahun ini kami menggandeng juga pegadaian dan BPR, ini sebagai pilot project atau yang kami lakukan baru tahun ini. Jadi baru ada dua pegadaian dan dua BPR saja yang bisa melayani,” terang Bandoe. 

Bandoe juga mengatakan, selain di tempat-tempat yang sudah disediakan, BI juga akan membuka pelayanan penukaran uang di terminal, pasar, stasiun dan tempat berkumpulnya masyarakat. Tidak hanya itu, sebuah mobil keliling juga akan diterjunkan untuk penukaran uang.

“Nanti kami juga akan memusatkan penukaran uang di Benteng Vastenberg, saat ini kami tengah mengajukan perizinannya,” tandas Bandoe.


(apl/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar