LBH : selidiki izin kapal pelayaran Pelabuhan Bira

Posted on

Makassar (Antaranews Sulsel) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar meminta penegak hukum menyelidiki pemberian izin kapal pelayaran di Pelabuhan Bira, Bulukumba menyusul insiden KM Lestari Maju yang kandas di perairan Selayar hingga menimbulkan korban jiwa.

“Saya kira dalam Undang-undang pelayaran ada kesatuan sistem yang mengatur atas angkutan perairan, kepelabuhanan, keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan maritim, ini yang harus dilihat dulu hulunya,” ujar Wakil Direktur LBH Makassar, Muhammad Fajar Akbar, Rabu.

Menurutnya, kasus yang dialami KM Lestari Maju adalah salah satu contoh adanya ketidakberesan pemberian izin dari pemerintah setempat, sehingga ini perlu diselidiki pemberian izin dari hulu dan sampai pada hilir di pengantaran penumpangnya.

Selain itu, kedudukan dan tanggungjawab baik itu pemilik kapal maupun nakhodanya harus sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni Undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Sebab, bisa saja kejadian tersebut berulang di kemudian hari bila tidak dilakukan pengawasan serta penyelidikan secara baik.?

Baca Juga :  PSM tantang juara Liga Ramadhan beruji coba

“Jangan sampai ini bukan pada hilirnya, tapi di hulunya yang bermasalah. Kepolisian diminta lebih mencermati itu, sebab badan usaha bisa dipidana dalam hukum pelayaran bila tidak memenuhi ketentuan,” beber dia.

Untuk itu, lanjut dia, kepolisian sebaiknya menyelesaikan seluruh proses penyelidikan, termasuk memeriksa pula pemerintah setempat selaku pemberi izin pelayaran atau badan usahanya, baru menetapkan tersangka. Sebab, ada kejanggalan bila pemberi izin tidak diperiksa.

Tidak sampai disitu, insiden KM Lestari Maju adalah salah satu kasus yang menjadi pelajaran bagi dunia pelayaran, sehingga kapal motor penumpang lainnya yang masih beroperasi di Pelabuhan Bira Bulukumba dan Pamatata Selayar sepatutnya mengikuti aturan.

KM Lestari Maju adalah contoh kasus nyata, maka tentu bagi kapal pelayaran penumpang lainnya perlu diawasi serta diperiksa apakah sudah sesuai izin dan peruntukan kapalnya, karena ini menyangkut nyawa orang,” tambahnya menegaskan.

Sebelumnya, Polda Sulsel telah menetapkan empat tersangka KM Lestari Maju masing-masing pemilik kapal HY, Nakhoda kapal AS, Perwira Posker Pelabuhan Bira KM, dan bagian tiket IS. Namun belakang diralat dan hanya dua tersangka, nakhoda AS serta Perwira Posker Pelabuhan Bira KM. Meski demikian Polda tetap mendalami kasus itu.

Baca Juga :  Kampanye calon Gubernur Sulsel - ANTARA News Makassar

Dalam kecelakaan itu jumlah penumpang diketahui sebanyak 332 orang, korban meninggal 36 orang, satu orang bayi bernama Aditya dinyatakan hilang, 295 orang dinyatakan selamat.

Kapal naas ini melayani penyeberangan ke Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulsel dan terpaksa dikandaskan di dekat pelabuhan setempat pada Selasa, 3 Juli 2018.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar