Lippo Investasi Rp 628 Miliar di Raksasa Internet Tiongkok Tencent

Posted on

JawaPos.com – Lippo Group menggelontorkan  investasi Rp 628 miliar (HK$ 350 juta) di Tencent yang merupakan perusahaan raksasa internet dari Tiongkok sekaligus perusahaan terbuka terbesar ke delapan di dunia. 

Tencent sebagai pemilik aplikasi WeChat, juga memiliki saham di beberapa perusahaan berbasis internet ternama, di antaranya yaitu Snapchat dan Spotify dan perusahaan teknologi Tesla.

Direktur Lippo Group Rudy Ramawy menyampaikan, investasi tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam transformasi digital dan investasi di revolusi industri keempat.

“Investasi HK$ 350 juta Lippo di Tencent terdiri dari saham Tencent dan equity-linked notes (ELNs). Investasi ini dilakukan oleh anak perusahaan investasi Lippo di Hong Kong,” ujarnya lewat siaran persnya, Selasa (26/6).

Akhir tahun lalu, kata Rudy, Tencent menjadi perusahaan Tiongkok pertama yang melewati kapitalisasi pasar USD 500 miliar, sempat melewati Facebook sebagai perusahaan terbesar kelima di dunia.

Co-founder Tencent Ma Huateng, yang dijuluki Pony Ma adalah orang terkaya ke-17 di dunia. Memiliki aset mendekati US$ 50 miliar. Empat peringkat di bawah co-founder Google Sergey Brin. Pony Ma adalah wakil ketua di lembaga legislatif Kongres Rakyat Nasional Tiongkok. 

Ada tiga pilar bisnis Tencent -aplikasi pesan WeChat, waralaba mobile gaming terbesar di dunia, dan ekosistem yang dibangun di atas 1 miliar penggunanya di mana Tencent mampu menawarkan layanan yang biasanya diberikan perusahaan-perusahaan Silicon Valley yang tidak beroperasi di Tiongkok. 

Tencent juga memiliki layanan seperti Netflix bernama Tencent Video. Merupakan layanan streaming terbesar di Tiongkok dengan konten ekslusif seperti perandingan NFL dan seri HBO Game of Thrones. Tencent Video menggandakan basis pelanggannya tahun lalu ke lebih dari 40 juta pelanggan.

Di Indonesia, Rudy menambahkan, sembilan sektor unik Lippo tengah mendorong transformasi digital. Selain itu, Lippo telah membentuk kelompok investasi digital untuk meletakkan fondasi yang kuat untuk revolusi industri keempat. 

“Ini termasuk Venturra Capital yang telah berinvestasi dalam 24 perusahaan start-up dalam dua tahun terakhir, mataharimall.com, dan OVO, platform pembayaran dan pemasaran terkemuka di Indonesia,” tandasnya.

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar