LPG 3 Kg Kerap Langka di Pinrang, Pertamina Akui Salah Sasaran

Posted on

PINRANG – Kelangkaan stok Elpiji (LPG) subsidi kemasan 3 kg yang kerap terjadi di Kabupaten Pinrang, khususnya di wilayah luar kota terus membuat masyarakat resah. Pasalnya, LPG 3 kg bagi warga pedesaan sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok mereka, apalagi LPG subsidi tersebut peruntukannya sangat jelas untuk warga miskin yang bermukim kebanyakan di luar wilayah Kota Pinrang.

“Kalau stok LPG habis, sudah biasami terjadi Pak. Lebih parah lagi kalau sudah terjadi kekosongan seperti itu, harganya langsung melambung dibandingkan harga biasa,” tutur Rahmah, salah satu warga pengguna LPG 3 kg di Kecamatan Mattiro Sompe Pinrang kepada lintasterkini.com, Rabu, (30/5/2018).

Dari penelusuran lintasterkini.com, alasan pihak Pertamina yang menjadikan peruntukan tidak tepat sasaran sebagai salah satu penyebab kerapnya kelangkaan LPG 3 kg di Kabupaten Pinrang, benar adanya. Namun yang mengejutkan, salah satu penyebab tidak tepat sasaran tersebut juga dikarenakan tidak beresnya kontrol pengawasan distribusi oleh Pertamina di tingkat agen.

Dimana, para agen lebih mementingkan mengejar keuntungan dengan mendistribusikan stoknya besar-besaran di wilayah Kota Pinrang yang nota bene warga miskinnya kurang. Sehinga hak warga miskin di pedesaan diambil oleh konsumen perkotaan.

“Untuk pangkalan saya di Kecamatan Batu Lappa, pengambilan stok kami dibatasi maksimal 60 tabung per minggu,” ucap salah satu pemilik pangkalan di wilayah Kecamatan Batu Lappa yang namanya tidak ingin dimediakan.

Menyikapi kenyataan tersebut, Jasmir, salah satu pemerhati sosial dan juga tokoh masyarakat Pinrang meminta agar Pertamina segera mengambil tindakan dengan memperbaiki tata kelola distribusi di tingkat agennya. Menurut dia, pihak agen berdalih terjadi kelangkaan sehingga selalu minta penambahan stok.

“Ditambah berapa pun stoknya, kalau begini kenyataannya, tidak akan menyelesaikan masalah kelangkaan,” tegas Jasmir.

Jasmir menyebutkan, secara logika jumlah warga miskin itu kebanyakan bermukim di luar Kota atau pedesaan. Tapi yang jadi pertanyaan, stok LPG disalurkan di wilayah Kota Pinrang dan malah membatasi stok untuk pangkalan di luar kota.

“Kalau memang Pertamina memiliki kepedulian untuk warga miskin agar haknya untuk mendapatkan subsidi LPG 3 kg tidak dikebiri, mereka harus segera bertindak dengan menertibkan tata kelola distribusi di tingkat agennya. Kalau memang mau dibiarkan, alihkan saja peruntukkan subsidi LPG 3 kg itu buat warga menengah ke atas yang bermukim di Kota seperti kenyataan yang terjadi saat ini,” tandasnya.




Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar