Mabadong, Upacara Kematian di Tana Toraja

Posted on

Tana Toraja – Tana Toraja memiliki upacara kematian bernama Rambu Solo. Terdapat beberapa tahapan upacara yang bisa disaksikan masyarakat umum.

Rambu Solo merupakan salah satu upacara kematian yang di Tana Toraja yang digelar dengan pesta besar. Dalam acara Rambu Solo ini, ada beberapa tahapan yang dilakukan dan salah satunya adalah upacara Mabadong.

Dalam upacara Mabadong, menampilkan tarian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang disebut Pabadong (penari) yang sambil bernyanyi. Para penari akan menyanyikan kisah kisah tentang orang terdahulu dan juga riwayat hidup dan kebaikan orang yang meninggal.

Para penari berdiri melingkar dan bernyanyi bersama (M Taufiqqurrahman/detikTravel) Foto: undefined

detikTravel berkesempatan menghadiri acara Mabadong dari keluarga Bernetje Pambonan di daerah Rantepao, Tana Toraja, Rabu (20/6/2018).

Baca Juga :  Cerita Kelam Bandara di Eropa, Terlantar Hampir Setengah Abad

Untuk traveler ketahui, acara Rambo Solo dapat diikuti oleh masyarakat umum, termasuk dalam acara Mabadong. Dalam upacara, terlihat sekelompok orang berdiri melingkar terdiri dari pria dan wanita bernyanyi bersama-sama.

 (Muhammad Taufiqqurrahman/detikTravel) (Muhammad Taufiqqurrahman/detikTravel) Foto: undefined

“Ini adalah tarian pengantar arwah bagi yang meninggal,” kata salah seorang warga, Eka di lokasi Rambu Solo.

Eka mengatakan, Mabadong ini biasanya berlangsung pada malam hari atau pagi hari dan berlangsung beberapa jam hingga seharian.

“Suasana magis dalam Mabadong akan terasa jika dilakukan pada malam hari,” ucapnya.

Baca Juga :  Inikah Stadion dengan Pemandangan Terindah Dunia?

Selama bernyanyi, para penari akan saling mengkaitkan jari kelingking dan dilakukan di depan jenazah yang akan dimakamkan. Setelahnya, akan ada ceramah yang dilakukan oleh pendeta setempat kepada pada keluarga dan hadirin yang datang. (sym/fay)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar