Maggie Habiskan Waktu di Lokasi Syuting, Patrick Merasa Tertantang

Posted on

Andy Lau tak main-main dalam menggarap mini seri The Trading Floor. Sederet aktor dan aktris ternama dilibatkan. Mulai dari Francis Ng, Carlos Chan, Taiwan Joseph Chang, Maggie Cheung, serta Patrick Tam.

JawaPos.com berkesempatan mewawancarai Maggie Cheung dan Patrick Tam akhir Mei lalu di Marcopolo Hotel, Hongkong. Berikut petikan wawancaranya:

Apa yang menyebabkan Anda mau menerima peran/ terlibat dalam serial The Trading Floor ini:

Maggie dan Patrick ketika memberikan keterangan kepada awak media. (Imam/JawaPos.com)

Patrick : Karena sutradaranya (K.K Wong) dulu di TVB sangat perhatian dengan acara ini, jadi begitu diminta terlibat dalam The Trading Floor, saya setuju.

Maggie : Ya, karena sutradaranya. Cast nya semua very good. Saya juga pernah bekerjasama dengan sutradaranya, pernah jadi kolega dan juga teman saya. Karena itu saya bersedia.

Saya sendiri belum pernah bermain dalam TV series yang berhubungan dengan trading. Jadi dalam mini series ini saya benar-benar harus mempersiapkan diri, eksplore lebih lanjut tentang saham.

Apakah dikehidupan nyata Anda tertarik berinvestasi saham?

Patrick : Saya bukannya tidak tertarik. Tapi saya tidak berani. Karena sejak kecil saya takut judi. Saham ini kalau mainnya kecil masih aman, tapi kalau nilainya besar sulit.
Saya takut.

Mendapatkan uang itu nggak mudah, saya harus bekerja baru dapat uang. Jadi menurut saya sayang. Menurut saya main saham seperti main judi. Kita harus mengerti bagaimana cara mainnya, triknya.

Maggie : Kita harus benar-benar paham dan mengerti baru bisa bermain saham. Saham itu harus dipelajari. Nah, saya sendiri artis yang banyak menghabiskan waktu di lokasi shooting, jadi saya nggak punya banyak waktu untuk mempelajarimya.

Baca Juga :  Shandy Aulia Kembali Bintangi Film Horor

Uang yang saya dapat hasil kerja keras, jadi saya tidak mau uang hasil kerja keras dipakai untuk ini (saham). Kalau punya uang saya lebih baik digunakan untuk yang lain.

Apa pengalaman berharga yang Anda dapat dari mini seri The Trading Floor ini?

Patrick : Banyak hal yang harus saya pelajari tentang stock market, banyak yang harus saya pelajari satu persatu. Jadi saya harus benar-benar mengerti tentang stock market. Demikian juga cast yang lainnya, kita semua sama-sama belajar.

Maggie : Saya belajar banyak dari series ini. Saya belajar tentang stock and share di dunia sisi gelapnya. Dulu saya taunya cuma sedikit-sedikit, tapi ternyata menarik banget. Saya jadi belajar banyak tentang dunia trading.

Bagaimana pandangan Anda tentang regenerasi artis di Hongkong?

Patrick : Kita masih generasi muda lho hahahaha…

Maggie : Saya kan pengalaman sudah lama untuk main film, jadi bila dibandingkan dengan artis baru, saya lebih berpegalaman. Artis baru mugkin banyak ide tapi mereka nggak punya pengalaman. Jadi seharusnya bisa saling mengisi.

Kolaborasi artis yang senior dengan yang masih baru seharusnya dapat menghasilkan karya yang bagus. Tapi menurut saya, bagaimanapun untuk bertahan di industry ini talenta tetap dibutuhkan.

Patrick : Saya rasa cara berpikir generasi baru itu berbeda dengan generasi lama. Artis pendatang baru bagus-bagus, Cuma basic nya kurang. Kurang pengalaman dan kesabaran menikmati proses. Kurang pelatihan menurut saya.

Adakah kejadian menarik saat shooting?

Patrick : sepanjang shooting saya makan terus. Padahal kita harus jaga penampilan. Menurut saya, secara karir Maggie sedang cantik cantiknya, sedang langsing banget. Rahasianya apa sih? Coba kasih tau kenapa kamu bisa cantik sekali?

Baca Juga :  Ada Akun Pedofil, Begini Enda 'Ungu' Beri Pengertian ke Anak

Maggie : saya bukan kurus, tapi saya suka olahraga. Dan saya nggak pernah diet. Hanya saja olahraganya saya serius.

Apa yang berubah di industry perfiilman hongkong sejak Anda masuk di dunia perfilman Hongkong hingga sekarang?

Maggie : Saat ini pasarnya China ini makin lama tambah besar. Uang yg terbesar ada di China. Jadi saat ini Hongkong harus lebih banyak melihat ke pasar China. Jaman dulu mungkin sukses di Hongkong cukup. Tapi sekarang banyak investor dari China.

Patrick : Dulu hongkong hanya handle market Hongkong dan semua akan sukses di Negara lain. Tapi sekarang Hongkong dapat challange baru, ada yang lebih besar dari hongkong, zaman sudah beda.

Kita juga harus membuat orang mengerti apa yang mau disampaikan dan produksi harus lebih baik lagi. Ini sebenarnya kesempatan baru bagi sutradara baru, generasi baru dan aktor-aktor baru.

Kalau sukses, generasi baru ini , resultnya akan dinikmati oleh market yang lebih luas.

Susah nggak nyari investor?

Maggie : karena sekarang dunia digital sudah berkembang, jadi apapun yang kita lakukan di dunia digital, satu klik semua orang tau.

Jadi topik yang dikerjakan harus lebih internasional, yang bisa diterima semua orang. Karena melalui digital semua orang lihat apa yang kamu lakukan.(*)

(mam/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar