Maksimal Satu Jam di Rest Area Tol Kanci-Palimanan

Posted on

Jalan tol Kanci–Palimanan menjadi jalur favorit pemudik dari Jakarta. Setelah berkendara sekitar empat jam dari ibu kota, tentu pemudik memerlukan istirahat di tol sepanjang 26,3 km itu. Ada dua rest area yang tersedia dengan total kapasitas parkir masing-masing mencapai 500 kendaraan.

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, simpul kemacetan di tol Kanci–Palimanan yang ada di Cirebon justru terjadi di dua rest area. Yakni di Km 207 A di jalur arah Kanci dan Km 208 B di jalur arah Palimanan. Meski dua rest area tersebut terbilang luas, kendaraan yang antre untuk parkir bisa mengular hingga ke jalan tol.

LUAS: Rest area di KM 207 A di tol Kanci-Paliaman menjadi tempat yang pas bagi pemudik untuk melepas penat setelah mengemudi sejauh 200 km dari Jakarta. (RAKA DENNY/JAWA POS)

Hal tersebut terjadi karena ketika masuk ke ruas tol Kanci–Palimanan, pengemudi memerlukan istirahat. Sebab, jarak dari Jakarta ke tol tersebut lebih dari 200 km. Tentu pengemudi membutuhkan rehat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. 

Antisipasi terhadap kemacetan sudah disiapkan jauh-jauh hari untuk pengguna yang melewati jalan tol ruas Kanci–Palimanan. Persiapan di rest area Km 207 terlihat sejak bulan lalu. Di pintu masuk area ada petugas yang memasang semacam papan informasi digital untuk menunjukkan kapasitas tempat parkir.

Di dalam rest area juga sudah ada papan-papan penunjuk arah. Pengemudi yang hanya ingin mengisi bahan bakar langsung diarahkan ke area SPBU. Sedangkan yang ingin lebih lama berhenti untuk istirahat dan makan diarahkan ke area kuliner. Masjid At Taqwa di rest area itu juga cukup nyaman untuk beribadah. Tersedia pula banyak toilet yang cukup bersih dan tentunya gratis. Separator plastik juga sudah ditata untuk memilah arus kendaraan.

Jasa Marga yang mengelola ruas tol bagian dari trans-Jawa sejak 1997 itu menyiapkan 500 slot area parkir untuk kendaraan kecil dan 50 slot untuk kendaraan besar. ’’Pengendara diberi batas waktu maksimal untuk istirahat 30 menit hingga satu jam. Sedangkan pada hari biasa dua jam. Nanti kami pasang RTMS (road traffic microwave system) dan kamera CCTV untuk menghitung kendaraan yang masuk,’’ ungkap Traffic Management Manager Tol Kanci–Palimanan Agus Hartoyo saat ditemui di kantornya 24 Mei lalu.

Baca Juga :  Jakarta Mulai Sepi, 109.155 Kendaraan Diprediksi Ikut Mudik Lebaran

Pejabat yang akrab disapa Atoy itu menuturkan, bakal ada petugas khusus yang mengingatkan pengendara untuk tidak berlama-lama di rest area. Petugas juga akan ditempatkan di pintu masuk rest area untuk menghalau kendaraan bila tempat parkir penuh.

’’Untuk tenaga parkir nanti akan ditambah. Parkir gratis. Semua layanan di jalan tol atau di rest area gratis semua,’’ ungkap dia.

Pada musim mudik tahun lalu, pihak Jasa Marga memergoki tujuh orang yang melakukan pungli dengan meminta uang toilet di rest area. Mereka pun langsung diserahkan kepada petugas kepolisian. ’’Ditangkap dari polisi langsung dikandangkan,’’ imbuh Agus.

Tempat parkir sementara juga disiapkan di Km 191 dengan daya tampung 75 kendaraan. Hanya ada fasilitas toilet dan musala. Tidak ada penjual makanan di tempat tersebut. ’’Saat (arus kendaraan) ramai akan ditutup. Jarak gerbang tol dengan parking bay cuma 3 kilometer. Apabila dibuka, lalu ke situ semua, akan membuat macet,’’ ujar pria asal Semarang tersebut.

Sementara itu, pintu tol yang perlu diwaspadai karena padat adalah di Ciperna Barat. Pintu tol itu menjadi favorit bagi pengendara yang ingin meneruskan perjalanan ke Kuningan dan Cirebon. Jasa Marga berencana menambah satu lajur gardu agar lebih maksimal. Alternatif lainnya, pengendara bisa memanfaatkan gerbang tol Ciledug yang sudah masuk ruas tol Kanci–Pejagan.

’’Keluar ke Ciledug mengurangi kemacetan yang ada ke arah Kuningan. Kuningan jaraknya lebih dekat lewat Ciledug,’’ ungkap pria yang sudah 30 tahun berkarir di bidang jalan bebas hambatan itu.

Untuk jalur arus balik (arah Palimanan), juga telah dilakukan persiapan di rest area Km 208 B. Pihak Jasa Marga juga menyiapkan contraflow mulai Km 204 hingga Km 210 bila kondisi di sekitar dua rest area itu benar-benar macet.

’’Kami sudah siapkan semua peralatan untuk contraflow. Rubber cone sebanyak seribu buah, rambu panah, rambu ada contraflow, 500 meter ada contraflow, dan sebagainya,’’ terang Agus. 

Kenyang Empal Gentong, Berburu Batik Trusmi

BANYAK pilihan kuliner khas yang patut dicoba di sekitar Cirebon. Lokasinya tidak jauh dari pintu keluar Ciperna tol Kanci–Palimanan. Deretan makanan khas tersaji. Mulai empal gentong, empal asem, hingga nasi jamblang. Di jalan-jalan utama Kota Cirebon menu-menu itu juga mudah dijumpai.

Baca Juga :  Yuk Intip Fasilitas SuperMewah Kereta Sleeper, Dibanderol Rp 900 Ribu

Tapi, yang biasa menjadi jujukan biasanya warung-warung makan di sepanjang Jalan Ir H Juanda. Misalnya Empal Gentong Amarta dan Empal Gentong H Apud. Cita rasa yang khas dari empal gentong adalah perpaduan kuah kuning kecokelatan dengan irisan daging sapi dan jeroan.

”Kuahnya empal gentong dari santan dan kunyit,” ujar Syuhada, anak pemilik Empal Gentong Amarta. Sesuai namanya, tempat memasak kuah empal itu adalah gentong.

Di warung makan tersebut juga tersedia empal asem. Perbedaan mendasarnya adalah kuah empal asem lebih bening daripada empal gentong. Kuahnya diberi asem jawa dan belimbing wuluh. ”Kalau empal asem enaknya disantap siang hari. Karena kuahnya bening dan segar,” ucap Syuhada. Sedangkan empal gentong biasa disantap sore atau malam hari.

Pada saat musim arus mudik dan balik, rumah makan itu biasanya kebanjiran pelanggan. Bahkan harus antre. Lokasi parkirnya berada di pinggir jalan raya yang ramai. Tapi, kesabaran itu akan terbayar dengan nikmatnya semangkuk empal gentong dengan nasi hangat serta es teh atau es jeruk. ”Kalau pas Lebaran gitu biasanya sampai habis 70 kilogram daging per harinya,” ungkap Syuhada.

Cirebon juga menawarkan kawasan Batik Trusmi yang patut pula dikunjungi. Deretan toko batik khas Cirebon bisa menjadi jujukan para pemudik. Misalnya motif paksi nagaliman, singobarong, awan atau mega mendung, dan beras tumpah. ”Kalau saat Lebaran itu pengunjungnya bisa melonjak lima kali lipat,” kata Fikri Jufri, store manager Batik Trusmi.

Lahan parkirnya bisa menampung 200 kendaraan kecil serta 50 bus. ”Pengunjung bisa berburu oleh-oleh lain seperti sirup Tjampolay atau kerupuk melarat khas Cirebon,” ujar Fikri yang sudah empat tahun bekerja di tempat tersebut.

(jun/c19/tom)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar