Manfaat Puasa Bagi Orang yang Obesitas, Begini Kata Ahli Gizi

Posted on

JawaPos.com – Obesitas atau kegemukan seakan menjadi masalah kesehatan yang dihadapi kaum urban. Tapi, kebiasaan makan banyak dengan konsumsi tinggi kalori selama satu tahun, bisa dikendalikan dengan berpuasa. Sudah saatnya bagi seseorang yang kelebihan berat badan untuk memanfaatkan momentum itu.

Sebab selama berpuasa, jumlah konsumsi tentu berkurang 20 persen dari biasanya. Maka jangan sampai makan berlebihan ketika berbuka. Jangan sampai berpuasa justru menbuat tubuh lebih gemuk. Laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) terbaru menyebutkan setidaknya 2,8 juta orang meninggal setiap tahun akibat kelebihan berat badan atau obesitas.

“Orang obesitas justru dianjurkan berpuasa karena akan mempercepat penurunan berat badannya,” tegas Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Diah M. Utari kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Baca Juga :  Cukai Rokok Ditingkatkan Hingga 66 Persen Bisa Kurangi Separuh Perokok

Diah menyarankan kegiatan berpuasa bagi orang dengan obesitas dapat terus dilanjutkan setelah usai bulan Ramadan sehingga berat badan terjaga baik. Jangan hanya puasa, olahraga juga masih tetap bisa dilakukan dengan durasi dan intensitas yang lebih ringan.

Namun Diah menegaskan, meskipun berpuasa, seseorang dengan obesitas tetap harus mengendalikan pola makan saat sahur dan berbuka. “Orang obesitas maupun yang tidak obesitas, dilarang keras balas dendam saat berbuka,” ungkapnya.

Menurut Diah, berbuka harus tetap mengonsumsi makanan dalam jumlah yang terukur. Pengendalian nafsu sangat penting dalam hal ini.

“Ingat ya, berhentilah makan sebelum kenyang,” tukasnya.

Obesitas juga erat dengan penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan lainnya. Diah menjelaskan bagi penderita penyakit degeneratif boleh tidaknya berpuasa harusdi konsultasikan pada dokter dan ahli gizi, karena sifatnya individual.

Baca Juga :  5 Cidera Ini Sering Terjadi Saat Bercinta, Berikut Cara Mengatasinya

“Bagi yang tidak memerlukan obat, maka puasa masih bisa dilakukan dan kadang dianjurkan,” tandasnya.

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar