Mapala UNM Protes Penebangan Pohon di Pettarani, Ini Kata Pengelola Tol Layang

Posted on

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Puluhan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengecam tindakan aparat pemerintahan yang melakukan penebangan pohon di sepanjang Jl AP Pettarani yang diperuntukkan buat pembangunan tol layang.

Dalam tuntutannya, mereka butuh kepastian dari pemerintah terkait kapan dan dimana pohon yang dijanjikan itu akan ditanam untuk menggantikan pohon-pohon yang telah ditebang.

Selain itu Mapala UNM ini juga mendesak pemerintah untuk transparansi tentang seluruh agenda proyek pembangunan jalan tol ini serta mempertanyakan Amdal dari penebangan pohon tersebut.

Direktur PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), Anwar Toha yang dihubungi Minggu (27/5/2018) menuturkan, protes yang dilakukan Mapala UNM sudah diselesaikan oleh Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Makassar.

“Bahar Cambolong sudah berbicara dan menjelaskan terkait tuntutan Mapala UNM,” kata Anwar.

Baca: Proyek Tol Layang, Pohon-pohon di Pettarani Ditebang

Baca: Pembangunan Jalan Tol Layang Pettarani Kurangi RTH, Ini Penjelasan Kontraktor

Ia berharap, masyarakat tidak perlu khawatir. Sesuai perjanjian dan tanggung jawab pengembang, pohon yang ditebang akan diganti satu berbanding lima.

“Amdal sudah keluar, kami telah sepakat dengan Pemkot Makassar untuk mengganti satu pohon dengan lima pohon. Lokasinya, Pemkot akan tentukan dimana. Intinya kita bakal siapkan 6.000 pohon sebagai pengganti,” ujarnya.

Percepatan pemotongan pohon urjen dilakukan dan harus segera dibersihkan. Karena di median ada pipa di bawahnya. Pipa atau utilitas PDAM harus diketahui persis posisinya. Dikarenakan, proses penggalian untuk tiang pancang akan dilakukan.

“Nah tentu posisi tiang sedapat mungkin tidak mengena pipa atau utilitas PDAM. Jangan sampai berakibat bocornya pipa, sehingga memang harus hati-hati,” kata lelaki berkacamata itu.

Terkait respon masyarakat yang merasa kian panas saat melewati Jl AP Pettarani, ia berharap masyarakat mengerti dan maklum. “Dua tahun lalu sering dimuat dikoran akan dibangun tol layang. Masyarakat menunggu. Sekarang kami merealisaksikan itu. Harap maklum,” katanya.

Sesuai schedule pembangunan Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3/Jalan Layang Tol AP Pettarani proses pekerjaan persiapan seperti pemotongan pohon sudah dilakukan Mei 2018.

“Pekerjaan tanah kita mulai Juni 2018. Nah bagaimana kita mau mengerjakan jika masih ada pohon di atasnya. Selepas tanah selesai, dilakukan pengerjaan struktur bawah di Juli 2018,” katanya.(*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar