Maros Segera Miliki Mesin Pengering Padi Berkapasitas 30 Ton Per Hari

Posted on

Laporan Wartatawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros segera mengucurkan anggaran pengadaan mesin pengering gabah (dryer) senilai mliaran rupiah.

Mesin tersebut berkapasitas 30 ton per hari.

Kepala Dinas Pertanian tanaman pangan dan hortikultura kabupaten Maros, M Nurdin mengatakan, Selasa (22/5/2018) pembangunan mesin pengering padi, dilakukan pemerintah untuk memaksimalkan serapan gabah petani.

“Setiap musim panen, selalu terjadi kegaduhan atau permasalahan. Masalah muncul karena adanya selisih harga gabah. Pedagang dari luar nekat membeli mahal, sementara di Maros, harus harga normal,” katanya.

Menurutnya, pengusaha lokal Maros tidak mampu bersaing dengan pedagang gabah dari Sidrap, Pinrang dan Wajo.

Hal itu disebabkan, tidak adanya mesin pengering gabah.

Baca: Bupati dan Wabup Maros Salurkan Sumbangan Selama Ramadan

Sementara Sidrap, Pinrang dan Wajo sudah memiliki mesin pengering.

Hal tersebut membuat pedagang dari daerah tersebut, nekat membeli dengan harga mahal.

Fasiltasnya standby dan bisa diandalkan.

Baca: Setahun, ASN Maros Kuras APBD Rp 5,7 M untuk Makan Minum

“Kalau pedagang luar, masuk ke Maros, kadang pengusaha gabah lokal tidak mampu bersaing harga. Kita tidak punya mesin. Kalau beli gabah juga, pedagang lokal pasti menyimpan lama gabahnya,” katanya.

Lokasi pembangunan mesin di Kecamatan Bantimurung, juga sudah ditinjau Bupati Maros, Hatta Rahman didampingi pejabat Pemkab dan anggota DPRD Maros.(*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar