Memang Beda! Desa Wisata di Pedalaman Jalur Sutra China

Posted on

Yangqi – China juga tidak ketinggalan mengembangkan desa wisata. Di pedalaman Jalur Sutra China, tepatnya di Yangqi ada desa wisata yang jadi tempat liburan favorit di Xinjiang.

Yangqi Hui Autonomous County adalah kota kecil di tengah Xinjiang, dekat dengan Gurun Gobi. Sungai Kaidu membelah kotanya dan bagian selatan kota menempel dengan Danau Bosten.

BACA JUGA: Kota Gurun di Jalur Sutra China yang Cantik di Malam Hari

Meskipun kota kecil, Yangi adalah tempat yang penting dalam Jalur Sutra China sejak 2.000 tahun lalu. Yangqi adalah 1 dari 4 kota penting di Jalur Sutra pada masa Dinasti Tang.

detikTravel pun bertualang ke sini bersama State Council Information Office China dan Information Office Xinjiang Uyghur Autonomous Region, Rabu(9/5/2018). Menurut data dari mereka, Yangqi luasnya 25,7 km2 dengan penduduk 170 ribu. Agak terpencil memang.

Hui Xiang Cultural Tourism Park (Fitraya/detikTravel)

Desa wisata yang kami datangi adalah Hui Xiang Cultural Tourism Park. Desanya punya gapura khusus menandai sebagai kawasan desa wisata. Rumah-rumahnya tidak bergaya China sama sekali, melainkan rumah-rumah persegi yang menyesuaikan dengan area gurun pasir.

Dari nama destinasi dan nama kotanya, selalu ada kata Hui. Hui adalah etnis muslim yang mendiami kawasan ini. Aslinya, mereka adalah masyarakat agraris yang hidup dari pertanian. Meskipun dekat Gurun Gobi, pertanian bisa berjalan karena ada Sungai Kaidu dan Danau Bosten yang luas.

Baca Juga :  'Laut' Ajaib di Tengah Gurun Pasir China

“Desa ini didukung oleh pemerintah pusat serta komisi etnis dan warisan budaya. Di dalam taman ini kami mencoba menggabungkan pengalaman etnis dan budaya kepada wisatawan,” kata pemandu.

Kerajinan ranting willow (Fitraya/detikTravel)Kerajinan ranting willow (Fitraya/detikTravel)

Kami diajak melihat replika rumah tradisional etnis Hui di Yangqi dan alat pertanian mereka di pedesaan. Di sana mereka juga mengembangkan kerajinan dengan ranting pohon willow, yang sekilas tampak seperti rotan.

Ada juga etnis Uyghur yang membuat karpet hand made seperti di Urumqi. Harga karpetnya 2.000 Yuan per meter persegi (Rp 4,3 juta). Sedangkan ukuran karpet biasanya 6 meter persegi. Jadi harganya 12.000 Yuan (Rp 26 juta). Karpet hand made memang mahal, tapi jadi buruan para kolektor.

BACA JUGA: Mesti Beli! Karpet Tradisional Muslim Uyghur

Hui Xiang Cultural Tourism Park juga punya toko suvenir dengan aneka kerajinan tangan yang menarik untuk dibeli wisatawan. Barang jualan utamanya adalah anyaman ranting willow yang jadi keranjang, kotak barang, vas, kotak perhiasan dan lain-lain. Ada juga tas, dompet, topi, peci kotak Uyghur yang disebut Doppa dan lain-lain.

Di dalam area juga ada ladang bunga lavender, namun sayang kami tidak menuju ke sana. Rombongan dibawa melihat green house atau rumah kaca untuk tanaman. Namun rumah kaca ini digabungkan dengan home stay.

Baca Juga :  Rumah Pohon Keren di Inggris, Kayak Hotel Bintang 5!
Toko suvenir yang menarik (Fitraya/detikTravel)Toko suvenir yang menarik (Fitraya/detikTravel)

Rumah kaca digabung dengan home stay, unik juga ya. Tapi mungkin itu kebiasaan penduduk di Jalur Sutra China. Rumah kaca menawarkan hawa yang lebih hangat. Cocok untuk Xinjiang yang memiliki musim dingin lebih dari 4 bulan.

Ada lima home stay yang saya lihat. Masing-masing dengan area tanaman yang panjang. Setiap green house punya tema. Ada yang khusus menanam kaktus, dengan media tanam yang unik dan instagrammable. Ada punya yang menanam bunga-bungaan.

“Setiap home stay punya 4 tempat tidur, ruang makan dan dapur. Harganya 800 Yuan (Rp 1,7 juta) per malam,” kata pemandu.

Di akhir kunjungan, kami menuju restoran di dalam area taman. Kami menikmati hidangan sambil diisi oleh hiburan lagu dan tarian tradisional dari etnis Hui dan Uyghur.

Jejeran home stay yang digabung dengan green house (Fitraya/detikTravel)Jejeran home stay yang digabung dengan green house (Fitraya/detikTravel)

(fay/fay)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar