Menelusuri Jalan Tol yang Bikin Pasuruan-Probolinggo Jadi 30 Menit

Posted on

PROYEK tol Paspro dengan rencana panjang 45 kilometer mulai digarap 1 Juni 2016. Secara keseluruhan, konstruksi fisik saat ini sudah mencapai 70 persen. Meliputi pekerjaan seksi I, II, dan III dengan total panjang 31,3 kilometer (lihat grafis). ”Progres pekerjaan sudah sesuai ekspektasi,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol Dwi Pratikto saat ditemui di Probolinggo Kamis (3/5).

Dia memastikan, tiga seksi tersebut bakal operasional penuh pada Oktober 2018. Dengan demikian, tol Paspro tidak termasuk daftar rencana operasional tol untuk jalur mudik Lebaran tahun ini. Namun, target tersebut dua bulan lebih cepat daripada masa kontrak yang berakhir Desember 2018. ”Kami optimistis Oktober sudah tuntas,” tegas Dwi.

Bagaimana dengan seksi IV? Seksi yang tersambung dari Leces ke Kecamatan Maron itu akan dikerjakan pada tahap kedua. Panjang ruas tersebut 13,7 kilometer. Kebutuhan lahannya sekitar 120 hektare.

Menurut Dwi, area itu masih masuk proses penetapan lokasi (penlok) oleh Gubernur Jatim Soekarwo. Diperkirakan, penlok turun akhir Mei. Kemudian, langsung dilanjutkan dengan pembebasan lahan. Jika pembebasan lahan lancar, pekerjaan fisik seksi IV tol Paspro akan dilakukan medio September atau Oktober 2018.

Proyek lanjutan ruas Leces-Maron terbilang penting. Sebab, dari titik itulah konstruksi jalan akan terus menyambung ke ruas tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi). Titik akhir berada di kawasan Pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang, Kabupaten Banyuwangi.

Jawa Pos memantau lokasi proyek di interchange Leces pada Kamis (3/5) dan Minggu (6/5). Pekerjaan terus dikebut. Puluhan truk sarat muatan lalu lalang mengangkut material. Bentuk konstruksi jalan simpang susun sudah mulai terlihat meski belum sempurna. Sebab, konstruksi di beberapa titik belum tersambung.

Berdasar rencana konstruksi, interchange tol Paspro berada di empat titik. Selain Leces, simpang susun berada di Tongas, Sumberasih (Probolinggo Barat), dan Kecamatan Gending. Konstruksi tol Paspro akan berakhir di wilayah Kecamatan Maron.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Paspro Kementerian PUPR Agus Minarno mengklaim, progres tol Paspro seksi I-III terbilang cepat. Dalam waktu kurang dua tahun, pekerjaan fisik sudah mencapai 70 persen. ”Ini karena proses pembebasan lahan juga cepat,” ucap Agus.

Dia menjelaskan, dari 285 hektare lahan atau 3.000 bidang tanah, pembebasan sudah 98 persen. Sisanya berupa tanah kas desa (TKD).

Agus mengakui, operasional tol Paspro awalnya ditargetkan akhir Mei. Namun, kendala pekerjaan di lapangan membuat operasional meleset. Salah satu pemicunya adalah pekerjaan jembatan yang belum tuntas. Dari 33 jembatan yang dikerjakan, baru 15 titik yang tuntas.

Kehadiran jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) akan memperpendek waktu tempuh dua kota tersebut. “Kalau tol (Paspro, Red) jadi, waktu tempuh bisa 30 menit,” kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Ketut Darmawahana. 


(mar/c10/fal)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar