Mengenal Deretan Gadget Tembus Pandang Sebelum Xiaomi Mi 8 Muncul

Posted on

JawaPos.com – Pekan lalu produk terbaru Xiaomi Mi 8 yang meluncur di Tiongkok cukup membuat gempar jagat maya. Pasalnya, salah satu variannya, yakni Xiaomi Mi 8 Explore Edition, hadir dengan desain punggung tembus pandang. Materialnya terbuat dari kaca sehingga memang terlihat menarik.

Desain transparan tersebut rupanya pernah digagas vendor lain. Ya, jauh sebelum Xiaomi Mi 8 Explore Edition hadir dengan material punggung kaca tembus pandang, ada sederetan perangkat teknologi yang hadir mengusung desain serupa.

Sebagaimana JawaPos.com rangkum dari laman IndianExpress, Kamis (7/6), ada banyak gadget di luar smartphone transparan yang tak kalah eye catchy. Berikut ulasannya:

Sejumlah gadget dengan desain transparan. (Istimewa)

Apple iMac G3

Pada era 90-an, jauh sebelum media sosial menambah semarak inovasi-inovasi yang dilakukan para pabrikan teknologi, Apple sudah melakukan hal itu. Apple membuat perangkat dengan casis tembus pandang pertamanya pada perangkat iMac G3.

Apple iMac G3 meluncur pada 1998 silam. Tepatnya pada Agustus yang menandakan lahirnya perangkat revolusioner besutan Apple. Bahkan proyek prestisius ini berada di bawah pengawasan ketat sang pendiri Apple, Steve Jobs. Mendiang Steve Jobs kala itu sangat ambisius dengan proyek ini, makanya dia yang sempat meninggalkan Apple itu kembali dan mengawasi langsung proyek ini.

Apple iMac G3 lahir dari ide sang desainer bernama Jony Ive. Namanya bahkan menjadi kredit hak cipta atas lahirnya perangkat komputer tembus pandang milik Apple itu. Berkat karyanya, Apple iMac G3 sempat menjadi perangkat komputer terbaik yang pernah dibuat Apple.

Kala itu iMac G3 tersedia dalam berbagai pilihan warna yang menarik dan menggunakan plastik tembus pandang. Berkat material tembus pandang itu, konsumen dapat melihat cara kerja bagian dalam komputer iMac G3. Tapi ingat, jangan membayangkan kamu melihat komputer seperti sekarang. Waktu itu, Apple iMac G3 masih memiliki desain gendut karena masih mengguakan layar tabung.

Kendati begitu, perangkat tersebut amerupakan produk revolusioner yang pernah mengubah nasib Apple hingga seperti sekarang. Dahulu, model dasar dari iMac G3 dijual seharga USD 999. Jika dibawa pada nilai tukar uang saat ini, harga perangkat komputer milik Apple itu berada pada kisaran harga Rp 13 jutaan.

Nintendo Game Boy Colour

Setelah komputer, gadget kedua yang memiliki casis tembus pandang hadir dari perangkat gaming. Dialah Nintendo Game Boy Colour yang lagi-lagi lahir di era 90-an. Bagi kamu yang merasakan euforia era 90-an, tentu sudah tahu perangkat ini. Atau minimal konsol-konsol game Nintendo lainnya.

Nintendo Game Boy Color dirilis di Amerika Utara pada 1998, tahun yang sama dengan kelahiran Apple iMac G3. Konsol genggam dengan harga terjangkau ini diluncurkan dalam sejumlah warna menarik. Selain itu, Nintendo Game Boy Color ditawarkan dalam casing tembus pandang yang memungkinkan pengguna melihat isi perut dan material papan sirkuit.

Game terlaris untuk Nintendo Game Boy Color adalah Pokemon Gold and Silver, Oracle of Ages dan Oracle of Seasons, dan game Legend of Zelda.

LG GD900

Ketiga, hadir smartphone pertama dengan desain casing tembus pandang. Ingat ya, smartphone. kalau ponsel biasa, era awal 2000-an, Nokia juga sempat hadir dengan desain casing transparan pada sejumlah produknya. Kita ambil saja si kembar Nokia 3310 dan 3315.

Waktu itu beberapa ponsel Nokia yang terkenal bisa berganti-ganti casing banyak juga yang hadir dengan desain tembus pandang. Bahkan beberapa konsumen yang anti-mainstream bisa mengustomisasi sendiri casing mereka sesuka hati.

Kembali ke LG, pabrikan senegara Samsung di Korea Selatan (Korsel) ini menghadirkan GD900 pada 2009 silam. Bedanya LG dengan Nokia kala itu adalah fitur keypad geser tembus pandang dengan dukungan untuk pengenalan tulisan tangan dan umpan balik haptic vibrasional.

Telepon ini masuk dalam kategori slide phone atau ponsel geser. Tombol tembus cahaya menerangi saat perangkat ini dibuka yang memperlihatkan bagian dalam perangkat dengan material tulang brushed metal.

LG GD900 ini juga memiliki layar multitouch seluas 3 inci dan sudah didukung sistem operasi Windows Mobile 6.1 Professional.

LG FxO

Mengulang kesuksesan desain GD900 yang asyik dilihat mata, LG kembali menghadirkan perangkat smartphone dengan material tembus pandang. Dialah LG Fx0 yang menjalankan OS Firefox dirilis pada 2014.

Perangkat ini dikonsep oleh desainer pemenang penghargaan bernama Tokujin Yoshioka. LG Fx0 kala itu merupakan perangkat handset eksklusif untuk salah satu operator seluler di Jepang. Casing ponsel terbuat dari plastik emas transparan, seperti Xiaomi Mi 8 Explore Edition. Penggunanya bisa melihat ke dalam jeroan seperti baterai, dudukan kartu SD, dan komponen internal lainnya.

LG Fx0 juga menjadi smartphone high-end pertama yang menjalankan sistem operasi Firefox OS 2.0. Sayangnya sistem operasi tersebut kini telah mati.

Soal spesifikasi handset, bagaimana pun LG FxO hadir dengan spesifikasi biasa-biasa saja. Klaimnya hanya untuk ketenaran dengan cangkang tembus pandang. LG FxO kala itu dibanderol dengan harga yang cukup mahal, yakni sebesar USD 450 atau sekarang senilai Rp 6,2 jutaan.

HTC U11 Plus dan HTC U12 Plus

Terakhir, tak terlalu jauh dari waktu peluncuran Xiaomi Mi 8 Explore Edition. Pabrikan asal Tiongkok lainnya juga sudah memulai langkah membuat produk transparan. Sebut saja HTC. HTC sempat meluncurkan dua produk yang memiliki desain tersebut.

Pertama ada HTC U11 Plus yang meluncur akhir 2017 lalu. HTC U11 Plus hadir dengan layar berukuran 6 inci dengan rasio 18:9. Layarnya sudah mengusung resolusi QHD+ (3200×1800 pixels) dan sudah dilapisi pelindung layar Gorilla Glass 5.

Untuk dapur pacunya, HTC U11 Plus tertanam chipset Qualcomm Snapdragon 835, RAM 4 GB, dan memori internal 64 GB. Urusan daya, baterai 3.930 mAh dan sudah mendukung Qualcomm Quick Charge 3.0 tersemat membekali power smartphone ini.

Kamera belakang atau utamanya hanya menggunakan lensa single dengan sensor 12 MP UltraPixel 3 dan optical image stabilization (OIS). Sedangkan kamera depannya mengusung sensor 8 MP. Ponsel ini sudah berjalan dengan sistem operasi Android 8.0 Oreo. Banderolnya ketika itu dilepas ke pasaran dengan harga GBP 699 atau sekitar Rp 12,9 jutaan saat ini.

Sementara untuk HTC U12 Plus meluncur pada Mei lalu, hanya selang beberapa pekan sebelum Xiaomi meluncurkan Mi 8 Explore Edition. HTC U12 Plus hadir dengan dua pilihan memori internal, yakni 64 GB dan 128 GB dan dipadankan dengan RAM 6 GB. Dapur pacunya, HTC U12 Plus dipercayakan pada chipset Qualcomm Snapdragon 845.

HTC membekali ponsel barunya dengan kamera ganda pada bagian belakangnya. Kamera utama mengusung sensor wide-angle dengan ukuran 12 MP. Sementara kamera kedua dibekali sensor tele berukuran 16 MP. HTC juga turut memberikan kemampuan merekam 4K pada 60 fps, slow motion video 1080p pada 240 fps dan OIS.

HTC U12 Plus pun masih hadir dengan sistem Edge Sense. Hal ini membuat ponsel tersebut bisa mengenali remasan tangan penggunanya pada tepian ponsel. Tombol-tombol sampingnya juga bisa memberikan haptic feedback. Soal daya, U12 Plus menggendong baterai berkapasitas 3.500 mAh.

Saat ini HTC U12 Plus sudah dapat dipesan di sejumlah negara. Harganya USD 799 atau sekitar Rp 11,3 juta untuk versi ROM 64 GB. Sementara untuk versi 128 GB dilepas USD 849 atau sekitar Rp 12 juta.

Demikian sederet perangkat pintar yang menerapkan desain transparan sebelum kemunculan Xiaomi Mi 8 Explore Edition. Jadi, Xiaomi bukan gadget pertama yang melakukan hal tersebut untuk memikat hati konsumen.

(ryn/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar