Mengenal Obat Kanker Trastuzumab yang Tak Lagi Ditanggung BPJS | JawaPos.com

Posted on

JawaPos.com – Obat Trastuzumab belakangan ini menjadi populer karena dihapus dari daftar obat yang ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Obat terapi kanker ini dihentikan penjaminannya per 1 April 2018.

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Mahdi Jufri, menjelaskan herceptin atau yang dikenal trastuzumab adalah obat untuk pasien kanker payudara. Obat tersebut digunakan bersamaan dengan kemoterapi sebagai pengobatan kanker payudara HER2 positif.

Untuk diketahui, trastuzumab adalah obat yang aman, bermutu, dan berkhasiat yang perlu dijamin aksesbilitasnya dalam rangka pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Formularium Nasional 2018, yang ditetapkan pada 28 Desember 2017. Di halaman 66 pada poin 43 keputusan itu menyebutkan secara tegas bahwa trastuzumab diberikan pada pasien kanker payudara metastatik dengan HER2 positif .

Ilustrasi pengurusan BPJS kesehatan (JawaPos.com)

“Obat trastuzumab memang efektif memperpanjang usia penderita kanker HER2 positif. Dari hasil penelitian klinis memang dapat menghambat metastase (penyebaran sel kanker),” kata Mahdi.

Obat tersebut berupa injeksi IV, buatan pabrik Roche, negara Eropa. Mahdi menjelaskan obat tersebut mulai dikenal sejak tahun 2000-an.

“Penggunaanya tergantung keadaan klinis pasien, jelas tergolong obat keras harus dengan resep dokter,” ujarnya.

Rata-rata obat injeksi tersebut diberikan sesuai dosis yang diberikan oleh dokter di dalam cairan infus. Biasanya, pemberian obat dilakukan setiap pekan dengan dosis tertentu tergantung kondisi pasien. 

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar