Menggarap ‘Coco’ hingga ‘Incredibles 2’ Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Posted on

Jakarta

Ada proses yang cukup panjang bagi studio Pixar dalam menggarap film-film animasi mereka. Plot hingga visual karakter demi karakternya menjadi kesatuan produksi yang tak terpisahkan.

Shading Art Director Pixar, Bryn Imagire mengungkapkan tantangan yang ia hadapi saat menggarap animasi-animasi yang ia buat. Di antaranya ‘Coco’ juga ‘Incredibles 2’. Tak ketinggalan yang terbilang anyar adalah ‘The Good Dinosaur’.

Animasi-animasi itu terlihat begitu menarik. ‘Coco’ sendiri misalnya, juga menjadi salah satu film favorit banyak orang di 2017 lalu.

“Masing-masing memiliki kesulitannya sendiri. Tak pernah bisa dibilang mudah,” ujar Bryn mengawali penjelasannya tentang tantangan yang dihadapi ketika menggarap film tersebut.

Foto: Trailer Youtube

Di mulai dari ‘The Good Dinosaur’, Bryn mengungkapkan animasi ini mengalami perubahan cerita yang berulang-ulang.

“‘The Good Dinosaur’, sulit karena datang dari cerita yang berubah-ubah. Akhirnya kami memilih cerita yang berbeda. Tapi film itu menyenangkan, karena suasananya kami buat mirip dengan Wyoming. Senang bisa mengerjakan proyek film tersebut yang bersentuhan dengan alam,” urai animator yang telah bergabung dengan Pixar selama 20 tahun.

‘Coco’ yang memperoleh kemenangan Oscar di 2018 lalu sebagai film animasi terbaik itu juga tak kalah menantang. Kisah perayaan hari kematian yang menjadi budaya Meksiko itu perlu digarap begitu rumit dari sisi karakter.

Menggarap 'Coco' hingga 'Incredibles 2' Tak Semudah Membalikkan Telapak TanganFoto: Coco (imdb)

“Ada banyak karakter yang harus kami buat. Satu tokoh dengan anggota keluarga lainnya, hingga karakter-karakter tengkorak yang ada dalam cerita. Jumlah yang banyak itu menjadi salah satu tantangan bagi kami,” urai Bryn lagi.

Sementara ‘Incredibles 2’ cukup menantang sebab film ini dibuat 14 tahun setelah film pertamanya tayang. Ada proses mengingat ulang bagi para animator yang terlibat.

Menggarap 'Coco' hingga 'Incredibles 2' Tak Semudah Membalikkan Telapak TanganFoto: imdb.

“Kami harus membuatnya menyerupai dengan bagian pertama. Dan semua itu berhubungan dengan detail, seperti misalnya kami harus membuat serupa apartemen Frozone dari mulai jendela, pintu hingga baju yang biasa ia gantungkan di balik pintu seperti kebiasaannya di cerita film pertama. Tapi semua itu pada akhirnya menyenangkan. Kami memiliki tim yang tahu apa yang harus mereka lakukan,” tukas Bryn.

(doc/doc)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar