Mengintip Pemanfaatan Drone Masa Depan, Bisa Perbaiki Jalan Raya

Posted on

JawaPos.com – Pemanfaatan drone alias pesawat tanpa awak saat ini tampaknya baru sebatas untuk hiburan dan urusan komersil. Namun bagaimana peran drone di masa depan? Mungkinkah untuk membantu pekerjaan manusia? Menambal jalan berlubang misalnya.

Saat ini memang semakin banyak ilmuwan dari berbagai negara berlomba-lomba membuat sesuatu menjadi serba mudah. Menggunakan drone salah satunya. Hal tersebut seperti untuk mengantar pizza, mengirim surat, pemantauan dan citra udara, serta banyak hal lainnya yang masih terus dikembangkan.

Ilustrasi: Jalanan berlubang. (DigitalTrends)

Berangkat dari keresahan pengemudi soal jalan raya yang kerap ditemukan lubang, sekelompok ilmuwan melihat drone sebagai solusi. Para peneliti lintas universitas menyebut bahwa drone dapat dimanfaatkan untuk membantu mengerjakan penambalan lubang di jalan raya dengan sangat cepat dan efisien.

Ya, drone akan digunakan sebagai salah satu alat perbaikan lubang di jalan raya. Sebuah kamera dilengkapi dengan teknologi pengenalan gambar secara konstan dapat memindai jalan untuk mencari di mana terjadi kerusakan. Kemudian mengirim drone ke lokasi yang dituju, lalu menggunakan printer 3D on-board untuk menambal lubang dengan aspal.

Konsep ini merupakan bagian proyek multi-universitas yang lebih besar dengan melihat bahwa sebuah kota masa depan menggunakan konsep self-repairing-cities. Konsep tersebut nantinya memungkinkan sebuah kota untuk memperbaikinya sendiri. Menggunakan teknologi robotika dan sistem otomatis lainnya dapat digunakan untuk membantu perbaikan infrastruktur, sehingga dapat mengurangi penutupan jalan yang mengganggu dan pekerjaan jalan lainnya.

Hal tersebut memang terdengar berlebihan. Menggunakan drone untuk pengenalan gambar dan pencetakan 3D untuk perbaikan fasilitas umum. Kendati begitu, Phil Purnell, profesor bahan dan struktur di University of Leeds, mengatakan bahwa sistem ini benar-benar dapat menghemat uang dalam jangka panjang.

“Ketika Anda melihat intervensi di bidang infrastruktur, baik itu jalan, pipa, jembatan, atau lainnya, Anda sering menggunakan solusi skala ton dan meter untuk masalah yang dimulai dengan cacat skala gram dan milimeter. Artinya akan banyak usaha besar untuk melakukan hal-hal kecil, hal itu adalah pemborosan,” katanya sebagaimana JawaPos.com lansir dari DigitalTrends, Jumat (22/6).

Dalam kasus jalan berlubang, itu berarti bahwa apa yang dimulai sebagai lubang berukuran koin kecil di jalan dapat dengan cepat tumbuh dalam ukuran yang lebih besar. Ini akibat dari cuaca dan aktivitas kendaraan yang berulang. Dengan menggunakan teknologi pintar, para peneliti berpikir hal itu dapat diantisipasi sejak awal untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Sejauh ini, para peneliti dari University College London berhasil membangun ekstruder aspal, yang kemudian dipasang ke kendaraan hybrid-aerial-ground (Drone) University of Leeds untuk transportasi. Ia mampu mengekstraksi aspal dengan akurasi 1 milimeter.

Teknologi ini benar-benar mengesankan, meskipun Purnell mencatat bahwa itu masih jauh dari kemungkinan untuk diwujudkan dalam waktu dekat. Tetapi apa yang didemokan adalah bukti konsep bagaimana pendekatan seperti ini dapat digunakan di masa depan.

“Dari sudut pandang teknis, ini seperti Formula 1. 20 Tahun yang lalu gagasan (teknologi seperti) pemulihan energi melalui sistem pengereman pada mobil Formula 1 adalah sesuatu yang terlihat eksotis dan mengagumkan. Tapi lihat sekarang, teknologi tersebut menjadi biasa dan banyak digunakan di kendaraan yang Anda kendarai di jalan hari ini. Itu hal yang sama di sini,” pungkasnya.

(ryn/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar