Menulis dengan Nama Samaran Adalah Strategi Saya

Posted on
Jakarta – Menjadi seorang penulis laris di penjuru dunia tentunya memiliki keistimewaan tertentu. Namun bagi J.K Rowling di saat-saat tertentu, ia merasa tertekan dan ingin bebas menulis.

Hal itulah yang melatarbelakangi J.K Rowling untuk memilih nama pseudonym Robert Galbraith. Secara diam-diam pula, ia menulis ‘The Cuckoo’s Calling’ yang menjadi debut bagi karya detektifnya.

Lantaran The Sunday Times mengungkapkan identitas asli dari Robert Galbraith yang menjurus pada nama J.K Rowling, bukunya menjadi laris global. Ceritanya pun diadaptasi ke serial televisi dengan judul ‘C.B. Strike’.

Dilansir dari EW, J.K Rowling mengatakan novel bergenre detektif sudah terlintas untuk dituliskannya sejak bertahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Siap Jalani Sidang Replik, Jennifer Dunn Tampak Segar

“Saya hanya ingin kembali ke permulaan, saya hanya ingin menulis saja. Saya memiliki mimpi ini yang mungkin saya bisa mendapatkan tiga buku dengan nama samaran sebelum seseorang menyadari itu adalah saya,” jelas perempuan yang tinggal di Skotlandia tersebut.

“Nama samaran itu adalah cara saya untuk memutuskan hubungan saya dari semua orang yang mendatangi saya,” ujarnya lagi.

Ia pun bersyukur serial televisi dan novel detektifnya berasal dari dunia nyata bukan semesta hasil rekaannya sendiri.

“Saya sangat menikmati kenyataan bahwa buku-buku ini berdasarkan peristiwa nyata. Dan saya pernah dikirim ke kantor di Denmark Street bertahun-tahun yang lalu. Di sana saya tinggal selama satu minggu dan tempat kantor Cormoran Strike dari lokasi tersebut,” tukas J.K Rowling.

Baca Juga :  Harapan Anang pada PSSI akan Kasus DM Nakal ke Via Vallen

(tia/dal)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar