Merosot, Industri Keramik Indonesia Baru Tumbuh Satu Persen

Posted on

JawaPos.com – Industri keramik di Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah. Pasalnya sepanjang 2017 lalu, industri keramik hanya tumbuh satu persen saja. 

Padahal, industri lain seperti kimia bisa tumbuh sebesar 8 persen, industri farmasi 7 persen, dan transportasi 8 persen.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono menyampaikan, industri keramik saat ini perlu ditingkatkan. Salah satunya yakni dengan mengeluarkan kebijakan untuk mendorong industri bahan galian non logam seperti keramik dan kaca lebih maju lagi.

“Kami sedang mengupayakan kebijakan itu,” ujarnya saat berkunjung ke Malang baru-baru ini.

Dia mengungkapkan, posisi industri keramik Indonesia dalam kancah nasional kali ini mengalami kemerosotan. Tiga tahun lalu, industri keramik Indonesia menduduki posisi ke tiga dunia. Sedangkan saat ini tergeser berada di posisi ke tujuh.

“Ini harus dikembalikan juga untuk menduniakan keramik kita. Sekarang masih digempur keramik Tiongkok,” jelasnya.

Hal itu juga dilakukan seiring dengan target pemerintah yang menginginkan sektor industri bisa tumbuh 5,87 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yang sebesar 4,48 persen. Apalagi, industri yang berkembang selama ini memberi sumbangan cukup positif dalam produk domestik bruto (PDB).

Baca Juga :  OVO Perluas Kemitraan Baru, Targetkan 60 Juta Pengguna

Sepanjang 2018, dunia industri berkontribusi pada PDB sebesar 20,8 persen mengalami kenaikan dibanding 2016 yang mencapai 19 persen. Salah satunya dari industri keramik. “Untuk menuju itu perlu dilakukan berbagai upaya. Salah satunya menarik investor untuk menanamkan modalnya,” terangnya.

Dia mengungkapkan, tahun ini pemerintah pusat menargetkan Rp 400 triliun masuk dalam dunia bisnis Indonesia. Dia pun berharap beragam industri seperti industri keramik, kimia, tekstil, dan elektronik dapat berperan dalam tren kenaikan tersebut. 

Achmad juga berharap, industri keramik yang ada di beberapa daerah turut berperan dalam kenaikan tersebut. Salah satunya industri keramik di Dinoyo, Kota Malang.

Sekretaris Daerah (sekda) Kota Malang, Wasto mengatakan, produksi keramik di Kota Malang terus bertumbuh. Namun, sayangnya masih didominasi pasar luar negeri. “Ke depan harapannya ada sinergi yang bagus antara dinas perindustrian dan pengrajin serta pemerintah pusat untuk mengglobalkan industri keramik,” kata dia.

Baca Juga :  Berminat Beli Rumah dengan DP Nol Persen, BNI Syaratkan Aturan Ini

Hal itu juga sebagai upaya agar pertumbuhan keramik di Malang kembali jaya seperti dulu. “Kami impikan keramik Malang mendominasi pasar dalam negeri dan luar negeri. Oleh karena itu perlu koordinasi lebih positif. Kalau aset dilimpahkan ke Pemerintah Kota Malang, maka kami siap memberi binaan lanjutan,” pungkasnya.

(fis/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar