Minta Direhabilitasi, Tio Pakusadewo Ungkap Depresi di Penjara

Posted on

JawaPos.com – Sidang kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat aktor Tio Pakusadewo telah sampai pada agenda pembacaan pleidoi. Dalam pembelaan yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (28/6) terungkap bahwa aktor kawakan ini sempat depresi dan ingin bunuh diri karena menjadi pesakitan.

“Ketika masuk penjara, dan masuk ke ruang sidang, semangat saya kini menjadi hancur. Kesehatan saya drastis menurun, dan beberapa kali berpikir untuk menyudahi saja hidup saya,” kata Tio Pakusadewo saat membacakan pleidoi.

Dalam isi pleidoinya, Tio juga mengungkap bahwa ini adalah hukuman terberat semasa hidupnya. Dia pun menyesali diri yang tak bisa kunjung lepas dari jeratan narkotika yang telah membelenggunya selama 10 tahun terakhir.

“Ini adalah hukuman terberat yang pernah saya alami. Hukuman yang menguras tenaga maupun pikiran saya, sebagai seorang warga biasa yang terjerumus menjadi korban kejahatan Narkotika,” lanjutnya.

Baca Juga :  Baru Daftar Caleg, Tina Toon Sudah Kritik Pemerintahan Anies-Sandi

Sempat menjalani rehabilitasi, Tio mengaku keadaan fisiknya menjadi lebih baik. Namun, beberapa hal tetap mengganggunya dan dia belum dapat mengendalikan kecanduannya.

“3 bulan rehab kemudian menyehatkan raga dan pikiran saya, meskipun yang terjadi di tempat rehab tersebut banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan saya, seperti hal sepele makanan dan lain-lain,” paparnya.

Dalam pledoinya di awal, Tio juga mengaku sebagai pecandu narkoba kronis. Oleh karena itu, yang dibutuhkannya adalah pengobatan dan bukan penjara. Sebab, mendekam dalam sel penjara tak bisa menyembuhkan kecanduannya.

“2 bulan lebih di penjara Cipinang, tidak ada hari tanpa saya menyesali kekeliruan yang sudah saya buat. Saya menyadari sepenuhnya bahwa saya ini sakit, saya sakit dan saya butuh pertolongan untuk bisa kembali sehat. Selama 2 bulan, saya memiliki pengetahuan bahwa di penjara kurang tepat untuk membuat saya kembali sehat,” tukasnya.

Baca Juga :  Baru Daftar Caleg, Tina Toon Sudah Kritik Pemerintahan Anies-Sandi

Secara tidak langsung, dalam pledoinya, Tio meminta hukuman rehabilitasi dan bukan dipenjara. Sebagaimana diketahui, dia dituntut dengan pidana 6 tahun penjara serta denda Rp 800 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan. Sebab, dinyatakaan terbukti melanggar Pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

(yln/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar