Moody’s Sebut Utang Indonesia Berisiko, Ini Kata Sri Mulyani

Posted on

JawaPos.com – Baru-baru ini, lembaga pemeringkat utang internasional Moody’s Service melansir bahwa tingkat kerentanan ekonomi Indonesia terhadap faktor eksternal  bertengger di posisi ketiga di Asia, di bawah Malaysia dan India. 

Indeks kerentanan eksternal Moody’s Investors Service, yang merupakan rasio utang jangka pendek, jatuh tempo utang jangka panjang dan deposito non-penduduk selama satu tahun dihitung sebagai proporsi dari cadangan devisa.

Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan meski  berada di peringkat ketiga, namun ketergantungan Indonesia terhadap luar negeri dari sisi pembelian Surat Utang Negara (SUN) sekitar 37 persen. Sehingga, kondisi tersebut bisa jadi intrepretasi yang positif. Sebab ada permintaan SUN yang tinggi.

“Demand-nya tinggi berarti ada yang mau membeli,” kata Sri Mulyani di kantornya, Senin (25/6).

Tapi disisi lain, investor mudah kabur jika ia merasa tidak percaya dengan kondisi internal dalam negeri. Sri Mulyani mengungkapkan Moody’s memang menempatkan Indonesia di posisi ketiga negara dengan kerentanan eksternal di Asia. Namun dibandingkan dengan dua negara diatasnya. Tingkat kerentanan Indonesia masih jauh lebih rendah dibanding Malaysia dan India.

“Indonesia jauh lebih rendah (indeks kerentanannya) dibandingkan dua ranking diatasnya,” terangnya.

Indeks kerentanan Indonesia 51 persen sedangkan India di posisi kedua dengan indeks risiko 74 persen. Adapun negara Asia yang dinilai paling berisiko adalah Malaysia dengan indeks kerentanan eksternal sebesar 145,5 persen.

(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar