MPMX Rampungkan Divestasi Strategis Bisnis Pelumas ExxonMobil

Posted on

JawaPos.com – Perusahaan smart mobility PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) berhasil menyelesaikan divestasi strategis 100 persen bisnis pelumas Perseroan, PT Federal Karyatama (FKT) kepada Esso Petroleum Company, Limited dan ExxonMobil UK Limited (ExxonMobil) dengan nilai keseluruhan transaksi sejumlah USD436 juta.

Penyelesaian transaksi ini ditandai oleh penandatanganan Perjanjian Akta Jual Beli Saham di Jakarta oleh dan antara Perseroan dan ExxonMobil pada tanggal 28 Juni 2018, setelah memenuhi semua persyaratan penyelesaian transaksi di kuartal kedua 2018, 

“Kami bersyukur dalam mengumumkan penyelesaian transaksi ini, dan menyambut ExxonMobil, perusahaan minyak dan gas global, sebagai pemilik baru FKT,” kata CEO MPMX Rudy Halim melalui keterangan resminya, Jumat (29/6).

Menurutnya, FKT adalah pemimpin pasar industri pelumas otomotif dengan brand  Federal Oil dan Federal Mobil, pihakanya mempercayai FKT dapat meraih jenjang  lebih tinggi melalui transaksi tersebut. 

“Kami berharap ExxonMobil dan FKT akan berhasil dengan segala rencananya karena kami yakin transaksi ini akan membawa FKT untuk mencapai integrasi vertikal yang memicu pertumbuhan yang lebih tinggi, dan memberikan kemampuan baru kepada FKT untuk memasuki pasar-pasar baru,” tuturnya.

Rudy menambahkan, transaksi ini juga menegaskan kembali komitmen Perseroan untuk terus menggali nilai-nilai yang terpendam dalam Perseroan (unlocking value) supaya dapat memberikan nilai lebih kepada pemegang saham berupa apresiasi modal dan pembagian dividen yang unggul secara konsisten. 

“Pengembalian modal (return on capital) akan melebihi nilai perusahaan Perseroan (enterprise value) secara keseluruhan pada saat ini,” tuturnya.

Di masa depan, kata dia, hasil dari transaksi ini akan memungkinkan perseroan untuk memperkuat dan menumbuhkan bisnis Perseroan yang ada sekarang serta memampukan Perseroan untuk berinvestasi di segmen mobilitas yang bertumbuh cepat sehingga Perseroan dapat bertumbuh setidaknya 10 persen Year on Year (YoY) dalam EBITDA Perseroan secara keseluruhan dari tahun 2019 dan seterusnya.

Tentunya tanpa mengesampingkan kemungkinan terjadinya hal-hal tidak terduga diluar kendali Perseroan,” kata dia.

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar