Muhammad Awaluddin, Gadaikan Kebersamaan Keluarga Demi Layanan Bandara

Posted on

JawaPos.com – Setelah menjalani ibadah puasa selama 29 atau 30 hari, Umat Muslim di Indonesia merayakan  Hari Raya Idul Fitri. Pada momen itu, tidak hanya Umat Muslim saja, seluruh masyarakat Indonesia mendapat waktu libur dan menikmatinya bersama keluarga dan sanak saudara.

Sayangnya, hal itu sepertinya tidak berlaku Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin. Tanggung jawabnya sebagai bos yang menangani sejumlah bandara di Indonesia membuat pria asal Betawi kelahiran 15 Januari 1968 ini harus mengubur keinginannya berkumpul bersama keluarga saat lebaran.

Baginya, kondisi tersebut sudah sering terjadi pada dirinya. Sebab, selama hampir 25 tahun dirinya mengalami hal tersebut saat masih menjadi bagian PT Telkom Indonesia (Persero).

“Saya di Telkom, itu kan sama pelayanan publik juga. Sekarang sudah dua tahun sektor transportasi udara ya, publik juga, ya engak ada beda. Setiap hari besar gini, natal, tahun baru, lebaran, semuanya selalu di lapangan,” kata Awaluddin saat berbincang kepada JawaPos.com belum lama ini.

Hanya saja, alumnus Universitas Sriwijaya, Palembang ini mengakui adanya tanggung jawab yang lebih besar lagi di Angkasa Pura II. Sebagai operator bandara, momen-momen seperti lebaran dan libur panjang lainnya menjadi hal vital yang perlu diperhatikan. Jika tidak, masyarakat yang menikmati liburan melalui sektor transportasi udara akan merasa kecewa. 

Baca Juga :  Buwas Targetkan Beras Sachet Beredar Sebelum Lebaran

“Tapi kalau di sektor transportasi udara ini lebih intensif lagi, karena bandara tidak pernah libur. Dan justru pada hari Ramadan, idul fitri, Natal itu memang puncak-puncaknya. Jadi fokus kita di lapangan,” jelas dia.

Dia mengaku semenjak menjabat sebagai Direktur Utama AP II waktunya bersama keluarga saat lebaran menjadi berkurang signifikan. “Karena kalau dulu di Telkom masih bisa (bagi waktu dengan keluarga) karena saat libur bersama ada beberapa hari yang bisa dipakai. Kalau sekarang sudah tidak bisa,” tambahnya.

Kendati demikian, kondisi itu tidak ingin dijadikan alasan bagi dirinya untuk mengabaikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai bos di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melayani masyarakat adalah salah satu komitmen yang harus dilakukan perseroan. Bahkan, ayah tiga anak ini rela menggadaikan waktunya bersama keluarga demi memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat di bandara. 

“Ini kan porsinya tanggung jawab karena di satu sisi bertanggung jawab di pelayanan publik, jadi ada layanan yang kita tanggungjawabi, jadi berfikirnya jangan kepada diri sendiri, tapi ada masyarakat besar yang dilayani, jadi harus menomorduakan (keluarga),” tutup mantan  Direktur Enterprise & Business Service tersebut.

Sekedar informasi, Awaluddin merupakan lulusan Universitas Sriwijaya, Palembang  tahun 1991. Selepas kuliah langsung mengikuti program pencarian karyawan Telkom dan diterima sebagai staf perencanaan di kantor pelayanan Telkom Surabaya.

Baca Juga :  Tak Sampai Rp 4 Juta, Segini Harga Tiket Mudik Jakarta-Surabaya

Kemajuan karirnya membuat Awaluddin mengembangkan pendidikannya dengan mengambil program Business Administration di European University, Belgia, hingga Executive Education Program di Harvard Business School, Amerika Serikat.

Pada tahun 2010, Telkom memberi kepercayaan kepadanya untuk mengelola anak usaha perseroan, yakni PT Infomedia Nusantara. Saat itu posisi yang diberikan adalah Presiden Direktur. Sampai Mei 2012 posisi terakhirnya di Infomedia adalah sebagai Chief of Commissioner, kemudian dia ditarik lagi ke Telkom sebagai CMO EnterpriseBusiness Service.

Hingga pada September 2016 dirinya dilantik oleh Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai Direktur AP II menggantikan Budi Karya Sumadi yang juga dilantik Presiden Jokowi sebagai Menteri Perhubungan menggantikan Ignasius Jonan.

(hap/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar